• Breaking News

    16 Tahun Hari Jadi Kabupaten Beltim, Tersisa PR dalam Tata Ruang Administrasi Penetapan Batas Desa

     Peta Pola Ruang

    Beltim, Kejarfakta.com -- Kabupaten Belitung Timur (Beltim), dibentuk berdasarkan UU No. 5 Tahun 2003, dimana sejak dikeluarkannya UU tersebut kemudian di tanggal 25 Januari 2003 dijadikan sebagai Hari Jadi Kabupaten Beltim.

    Sejak awal pemekaran Kabupaten Beltim telah dipimpin oleh 8 (Delapan) kepala daerah, dan 3 (Tiga) Kepala Daerah diantaranya dipilih berdasarkan Pemilukada. 
      
    Diawal Pemerintahan, secara administrasi Kabupaten Beltim terbagi atas 4 Kecamatan yakni, Kecamatan Manggar, Kecamatan Gantung, Kecamatan Dendang, dan Kecamatan Kelapa Kampit. Seiring dengan pertumbuhan penduduk jangkauan wilayah pelayanan, kemudian dimekarkan menjadi 7 kecamatan dengan tambahan 3 kecamatan ; Kecamatan Damar, Kecamatan Simpang Renggiang, dan Kecamatan Simpang Pesak. Dengan jumlah Desa Se-Kabupaten sebanyak 39 Desa dengan luas 2.506,91 KM2.

    Dalam Penataan Ruang Kabupaten yang dibagi kedalam Pola dan Struktur penataan Ruang Dimuat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW) yang pertama kali disusun tahun 2009 dan barulah kemudian ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Belitung Timur Nomor 13 Tahun 2014 tentang RTRW.

    Beltim Tahun 2014-2034, berkembangnya fungsi ruang, dan perubahan kebijakan seperti adanya perubahan hutan lindung sebagaimana SK.798/Menhut-II/2012 yang menyebabkan merubah fungsi kawasan bahkan pada kawasan permukiman. Selain itu masalah pada Area IUP, HGU, HTI, dan lain-lain yang juga menimbulkan masalah dan konflik kepentingan lahan.


    Ujung Tombak dari Konflik kepentinggan penggunaan lahan tersebut ialah Desa. Sementara itu, sampai saat ini Batas Administrasi di 39 Desa Se-Kabupaten Belitung Timur belum bisa digambarkan secara jelas.

    Adapun update terhadap Batas Administrasi Desa yang dilaksanakan oleh Instansi Tata Pemerintahan berupa bebetapa titik patok-patok batas desa yang sampai saat ini belum bisa di publikasikan.
    Sementara kebutuhan Batas Desa sebagaimana amanat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 8 Ayat (3) huruf F. Batas wilayah Desa yang dinyatakan dalam bentuk peta Desa yang telah ditetapkan dalam peraturan Bupati/ Walikota.

    Tujuan Penataan Batas Wilayah adalah untuk menciptakan tertib administrasi pemerintahan, memberikan kejelasan dan kepastian hukum terhadap batas wilayah Desa/ Kelurahan yang memenuhi aspek teknis dan yuridis.

    Sudah seharusya Kabupaten Beltim yang telah ber-umur 16 tahun menyelesaikan salah satu PR nya di Tata Ruang Batas Adminitrasi Desa, serta memiliki perencanaan yang jelas dalam pengembangan wilayahnya. Perencanaan dan penempatan Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang, mengakomodir Kepentingan dan Potensi Desa, penempatan fungsi hinterland dan hirarki kota/Desa juga turut diperhatikan untuk mendapat pemerataan pertumbuhan ekonomi dan wilayah. (Pengamat Tata Ruang Beltim/red)

    No comments

    Post Top Ad