• Breaking News

    Menjelang Musim Panen, Petani Kopi Lambar Khawatir Harga Jual Anjlok

    Menjelang Musim Panen, Petani Kopi Lambar Khawatir Harga Jual Anjlok

    Lampung Barat, Kejarfakta.com -- Masyarakat petani kopi robusta didaerah Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), diawal bulan Februari  mulai memasuki awal panen, sebab, diperkirakan untuk tahun 2019 ini, produksi panen kopi yang dihasilkan akan melonjak dari tahun sebelumnya (2018).

    Pasalnya, sekilas terlihat dari pengamatan wartawan, memang benar diseputaran lahan perkebunan kopi salah satu masyarakat, buah kopi terlihat lebih lebat bongkahan buah kopi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
    Hal tersebut dijelaskan Salman (32) Warga kota besi, ketika dikonfirmasi Kejarfakta, Kamis (31/01/2019) menurutnya,  untuk tahun ini mulai secara kasat mata, volume buah kopi lebih dan merata. 

    “Memasuki bulan Februari ini kami sebagai petani, sebagian memang sudah mulai melakukan pemetikan buah biji kopi, walaupun memang belum banyak, "Ucapnya".

    Menjelang Musim Panen, Petani Kopi Lambar Khawatir Harga Jual Anjlok

    Sedikit kendala yang mmperhambat musim panen Komoditas kopi tahun ini, disebabkan tingginya curah hujan akhir-akhir dan berpangaruh pada proses pematangan buah kopi.

    “Selain kopi lebih lambat dalam proses panen, curah hujan juga dapat membuat bongkahan biji kopi menjadi labil dan rentan, sehingga banyak biji kopi yang gugur, tentu ini merugikan kami sebagai petani,” kata dia.

    Semoga saya, semoga beberapa bulan ke depan, cuaca lebih baik agar proses pematangan lebih cepat, dan saya berharap kepada pemerintah terkait agar dapat sesegera mungkin menstabilkan harga kopi itu sendiri,” harapnya.

    Sebab untuk saat ini harga jual komoditas kopi masih relatif murah yaitu, berkisar diharga 18000 per Kg. “Di sinilah momentum pemerintah terkait untuk membantu kami sebagai petani, sebab sudah tidak lama lagi mulai memasuki panen besar dan panen serentak, jangan sampai hasil panen meningkat harga justru anjlok," Harapnya. 

    Reporter    :   Sakroni
    Editor        :    Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad