• Breaking News

    Ada Dugaan Permainan Kejahatan Dunia Pendidikan di Tapsel


    Tapsel, Kejarfakta.com -- Puluhan dari mahasiswa yang menamakan diri Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Mahasiswa Perjuangan Rakyat (DPP-Ampera) turun ke jalan dalam rangka menyampaikan aspirasi, sesuai dengan amanat, undang-undang tentang kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum demi terwujudnya Visi Misi Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (1/2/2019).

    “Kami putuskan turun kejalan, karena membiarkan kesalahan adalah Kejahatan,” kata  Syarif Muliadi Musannif Nst, Ketua Umum Ampera.

    Syarif mengatakan, sejalan dengan program Bapak Bupati Tapsel dalam janjinya mewujudkan masyarakat yang Sehat,Cerdas dan Sejahtera dengan bergaya Marmar Style.

    “Kami mahasiswa sebagai agent of change and control social, ingin Kabupaten Tapsel ini tidak hanya bersih lingkungannya saja, tetapi juga pemerintahannya,” ujarnya.

    Syarif  mengungkapkan, pihakningin penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, sistem pendidikan yang bersih serta perencanaan pembangunan yang baik kedepan khususnya mencerdaskan masyarakat Tapsel.


    Sementara Koordinator Lapangan (Korlap), Ramadhan Simanjuntak, menambahkan spanduk sekitar 50 meter ini kami bentangkan agar Bupati Tapsel melihat dengan jeli di dunia Pendidikan Tapsel diduga ada penganiayaan pendidikan yaitu terindikasi dugaan pemotongan hak guru daerah terpencil.

    “Kami merasa malu dan jahat  kepada Bapak Bupati Tapsel ketika membiarkan Penjahat Pendidikan berada pada lingkaran dibawah kepemimpinan Bapak H. Syahrul Martua Pasaribu. SH,” Kata Ramadhan.

    Melalui aksi unjuk rasa ini, pihaknya menyampaikan beberapa kritik dan saran kepada Bupati Tapsel, demi terwujudnya Marmar Style yang Bupati Eksiskan di Tapsel diantaranya:

    1. Meminta kepada Penguasa Tapsel, H. Syahrul Martua Pasaribu, SH., agar tidak menutup mata pada Dinas Pendidikan Tapsel dibawah kepemimpinan Ahmad Ibrahim Lubis terindikasi melakukan Praktek Pidana Korupsi, Kolusi dan Korupsi  yaitu Dugan Pungutan Liar (Pungli) Pemotongan dana Tunjangan Khusus Guru daerah Terpencil  di Tapsel yang terindikasi oleh oknum-oknum tertentu di Dinas Pendidikan Tapsel.

    2. Terindikasi Ahmad Ibrahim Lubis Sebagai Kadis Pendidikan Tapsel meminta setoran kepada Kepala Sekolah SDN/SMPN Tapsel yang menerima DAK Fisik Pendidikan di Tapsel.

    3. Meminta Bupati  Tapsel Agar memanggil dan mengevaluasi kinerja Amad Ibrahim Lubis sebagai Kadis Pendidikan Tapsel beserta jajarannya.

    Setelah berorasi selama dua jam, para pengunjuk rasa  membubarkan diri dengan tertib tanpa ada tanggapan dari pihak Pemerintahan.

    Reporter : Cing Siregar
    Editor      : Eko. S

    No comments

    Post Top Ad