• Breaking News

    Akmal Abdul Nasir : Pekon Maju Masyarakat Sejahtera

    Sekda Lambar Buka Rakor Pemberdayaan Pekon Tertinggal

    Lampung Barat, Kejarfakta.com --  Rapat Koordinasi (Rakor) pemberdayaan pekon tertinggal tahun 2019 dibuka oleh Sekretaris Daerah Lambar Akmal Abd Nasir, SH di Aula Pakuwon Bappeda,  Kamis (7/2). Diharapkan jika pekon telah Maju maka Masyarakat sejahtera.

    "Melalui Rakor ini diharapkan pekon maju agar masyarakatnya sejahtera ,pemberdayaan pekon tertinggal ini diharapkan tercipta gagasan-gagasan baru serta komitmen kita bersama dengan mengubah status pekon tertinggal dengan segala permasalahan sosial ekonomi dan keterbatasan infrastruktur  menjadi pekon yang maju dengan kualitas hidup yang lebih baik  sehingga mandiri secara ekonomi dan mampu mewujudkan visi Lambar yang hebat dan sejahtera," ujar Sekda. 

    Selanjutnya, Lambar memiliki 9 pekon tertinggal dan salah satu sebabnya wilayah terletak pada patahan semangko yang menyebabkan wilayah yang amat rentan terhadap berbagai bentuk bencana alam baik berupa gempa bumi, tanah longsor, bahkan banjir. Bencana alam ini merupakan ancaman terhadap kemiskinan dan terjadinya kerawanan pangan di Lambar, sehingga membutuhkan keseriusan kita dalam mengelola penanggulangan bencana alam, bantuan dan perlindungan sosial.

    Sekda Lambar Buka Rakor Pemberdayaan Pekon Tertinggal

    Lebih Lanjut dikatakannya, kebutuhan paling mendasar yang dibutuhkan oleh daerah tertinggal adalah pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, pasokan listrik dan air, kesehatan, pendidikan, sarana transportasi dan telekomunikasi dan informasi dan adanya sumber pendapatan masyarakat yang produktif serta fasilitas dasar masih menjadi permasalahan sehingga butuh kerjasama dengan PU,  kesehatan, pendidikan, sosial, Dinas Kominfo, Bagian ekonomi dan semua punya peranan termasuk tenaga ahli dana desa, pendamping desa, pendamping lokal desa dana desa, untuk mengangkat status pekon agar keluar dari ketertinggalan.

    Menurutnya, upaya yang dapat dilakukan yakni dengan optimalisasi pemanfaatan APBDes 2019 melalui pembahasan dengan melibatkan tim yang terdiri dari bappeda, dinas pemberdayaan masyarakat dan pekon, camat dan tenaga pendamping desa. serta intervensi pemerintah daerah melalui program kegiatan  di seluruh opd untuk tahun 2019 dan seterusnya dengan menjadikan 19 pekon tertinggal tersebut sebagai lokus prioritas dalam pelaksanaan program dan kegiatan baik yang bersumber dari APBD atau APBN. (Humas Lambar)

    No comments

    Post Top Ad