• Breaking News

    Anggota DPRD Beltim Prihatin, Maraknya Pembalakan Kayu Kawasan Gunung Sepang


    Beltim, Kejarfakta.com -- Pembalakan kayu kembali terjadi di hutan kawasan gunung sepang,  Belitung Timur. Aktivitas pembalakan liar tersebut ditemukan oleh warga Desa Mempaya pada sore hingga malam hari.

    Pada saat ditemukan, sekitar pukul 19.00 Wib, kayu tersebut dibawa menggunakan mobil truck. Tidak tanggung tanggung ada 4 mobil truck yang membawa hasil pembalakan tersebut.

    Di dalam mobil tersebut tampak ada ratusan keping kayu olahan jenis papan. Rencananya kayu ini akan diangkut ke wilayah Tanjung Pandan,  Belitung. Namun setelah ditangkap basah,  masyarakat langsung menggiring mobil ke halaman kantor Desa Mempaya.


    Anggota DPRD Beltim, Koko Haryanto, yang juga ikut bersama masyarakat menyampaikan, bahwa pembalakan kayu tersebut sudah berkali kali dilakukan,  namun kali ini dalam jumlah kayu olahan yang cukup besar.

    "Dari hasil introgasi kita kepada sopir yang tertangkap, mereka melakukan ini atas suruhan pemilik kayu. Kami meminta para sopir yang membawa kayu tersebut berbicara jujur, apa adanya, jangan sampai kasus ini hanya sampai ke mereka saja. Kita mau tau siapa dalangnya," tegas Koko.

    Setelah dibuatkan berita acara dari desa,  mereka beraempat langsung diserahkan ke Polres untuk diproses lebih lanjut. Beberapa saksi kata Koko, juga dihadirkan di Polres semalam,  karena mereka ingin proses hukum ditegakkan dengan seadil adilnya.

    "Saya apresiasi kepada semua warga Desa Mempaya yang dengan sigap menindak kegiatan ilegal loging ini,  walalupun tidak bisa semua tertangkap,  oleh karena banyak yang kabur ke dalam hutan," ujar Koko.


    Menurutnya, kasus ini harus terus dikawal, sebagai pelajaran bagi pihak- pihak yang berkepentingan. Siapapun dia, maka harus ditindak bila menjarah hutan dalam kawasan.

    "Hutan kita ini masih sedikit yang tersisa, maka mari kita manfaatkan dengan arif dan bijaksana melalui program program pemberdayaan. Keseimbangan Hutan, lahan dan sungai sangat tergantung pada manusia yang mengelolahnya, jangan sampai nantinya menimbulkan bencana yang semakin besar. Cukuplah banjir tahun lalu sebagai pelajaran bagi kita untuk hati- hati dalam memanfaatkan alam ini, karena alam juga bisa marah,"  tutup Koko.


    Sementara Kepala UPTD Kehutanan Gunung Duren Kabupaten Belitung Timur, Anca, saat dikonfirmasi media ini, Minggu (3/2/2019) sore, mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti kronologi tersebut.

    "Silahkan hubungi ke Kasi UPTD Kehutanan Gunung Duren Hendani, saat ini saya sedang ada di keluarga saya yang sedang berduka," ungkapnya.

    Adapun Kasi Kehutanan UPTD Gunung Duren Beltim Hendani melalui telephone selulernya kepada kejarfakta.com mengatakan, dirinya menghimbau untuk sama-sama menjaga hutan dari pembalakan liar.

    "Kita masih menunggu penyidik dari kehutanan, dan saya harap kita secara bersama-sama saling menjaga hutan kita dari pembalakan liar," ungkap Hendani, Minggu (3/2/2019) sore.

    Nanti juga untuk memastikan kata Hendani lagi,  pihak terkait tentunya akan mengecek langsung kelokasi untuk mengambil koordinat memastikan apakah benar diduga pelaku tersebut mengambil kayu di kawasan hutan lindung (HAL) Gunung Sepang.

    Reporter : Marsidi
    Editor       : Eko. S

    No comments

    Post Top Ad