• Breaking News

    Begini! Kondisi Terkini Pelabuhan Nelayan Tanjung Labun

    Perahu nelayan masih berlabuh dengan kondisi semrawut. (Foto: Marsidi)

    Limbungan, Kejarfakta.com -- Menguak rencana Masterplan yang dicanangkan oleh kepala desa limbungan beberapa waktu lalu, cikal bakal pembangunan perumahan pemukiman nelayan, tambat labuh perahu, dan pabrik es, hingga kini belum ada satu pun yang terealisasi.

    Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, Senin (4/2/2019) pagi, pelabuhan nelayan Tanjung Labun, di Desa Limbungan, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) perahu nelayan masih berlabuh  dengan kondisi yang semrawut.

    Mirisnya, pencanangan pelabuhan nelayan tersebut yang hanya sebuah harapan atau ada kepentingan lain dibalik itu semua.

    Diberitakan sebelumnya, Canangkan Pelabuhan Jeti dan Perkim, Perahu Nelayan Masih Berlabuh Simpang Siur. Warga nelayan desa limbungan SA mengatakan, jangankan perumahan dan pemukiman, untuk tambat labuh perahu nelayan saja belum ada. "Buktinya dari sekian perahu nelayan yang ada kebanyakan masing-masing berlabuh Simpang siur," kata SA, Jum'at (1/2/2019).

    Baca Juga : Canangkan Pelabuhan Jeti dan Perkim, Perahu Nelayan Masih Berlabuh Simpang Siur

    Publik menduga, menurut sumber yang tidak mau dipublikasikan identitasnya kepada awak media ini 4 Februari 2019 pagi, pukul 08.15 Wib, pencanangan tersebut atau Masterplan sang kades diduga hanya akal-akalan, lantaran sudah sekian lama sejak dari tahun 2017, hingga kini belum juga terealisasi.

    "Menurut saya wajar jika publik menduga pencanangan Masterplan sang kades itu akal-akalan untuk menjembatani kepentingan lain yang kami saja belum tahu kepentingan apa dibalik itu semua," kata sumber.

    Mereka berharap membangun desa limbungan ini secara bersama-sama dan saling keterbukaan lanjut sumber, dari informasi yang mereka dengar belum tahu kepastiannya apakah itu benar ditahun 2019 ini akan terealisasi Perkim nelayan sekitar 100 unit.

    "Kami berharap informasi itu benar, tapi apakah mungkin suatu perusahaan akan mengeluarkan CSR sebanyak itu atau menggunakan dan pemerintah, bukan CSR. Karena beberapa waktu lalu, sang kades ini akan membangun dengan menggunakan dana CSR perusahaan makanya kami masih mempertanyakan kebenaran ini," ungkapnya.

    Hingga berita ini diterbitkan untuk yang kedua kalinya sang kades limbungan inisial JP belum juga bisa dihubungi.

    Reporter :  Marsidi
    Editor       : Eko. S

    No comments

    Post Top Ad