• Breaking News

    Canangkan Pelabuhan Jeti dan Perkim, Perahu Nelayan Masih Berlabuh Simpang Siur

    Kondisi perahu nelayan Tanjung Labun, desa limbungan, Kecamatan Gantung, Beltim, Kamis (31/1/2019).

    Beltim, Kejarfakta.com -- Pencanangan pelabuhan Jeti dan perumahan pemukiman nelayan di Desa Limbungan, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) belum juga terlaksana.

    Dari informasi yang dihimpun media ini, Jumat ( 1/2/2019) sore, warga nelayan desa limbungan, Sa, mengatakan, hingga saat ini pencanangan oleh kepada desa limbungan berdasarkan Masterplan nya yang sempat buming akan dibangun perumahan pemukiman dan tambat labuh perahu belum juga terealisasi.

    "Jangankan perumahan dan pemukiman, untuk tambat labuh perahu nelayan saja belum ada. Buktinya dari sekian perahu nelayan yang ada kebanyakan masing berlabuh simpang siur," kata Sa.

    Untuk foto situasi perahu yang berlabuh  tidak terlihat sebagaimana mestinya lanjut,  Sa, warga nelayan, “kalau mau lebih jelas silahkan cek kelokasi di wilayah labun,” tandasnya.

    Padahal, ditahun 2017 lalu kepala desa tersebut sempat mengatakan pencanangan itu sudah ada Masterplan nya akan ada perumahan untuk nelayan sebanyak dua ratus (200) unit dari jumlah nelayan yang terdata di desa limbungan.


    Dikutip salah satu media cetak 11 Desember 2017, dikatakan Kades Limbungan, JP, bahwa sekitar areal akan ada perumahan untuk nelayan sebanyak 200 unit, dari jumlah nelayan yang terdata didesa limbungan, dengan luas lahan 9 (sembilan) hektar yang akan dibangun secara bertahap pada tahun 2018.

    “Tahap pertama sebanyak 50 (lima puluh) unit akan dilaksanakan bulan April 2018,  juga rencananya akan dibangun dipabrik diatas areal sekitar dengan luas 14 (empat belas) hektar, serta pelabuhan Jeti," kata JP.

    Sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, jangankan Perkim nelayan, pabrik es, pelabuhan Jeti, tambat labuh perahu nelayan masih dipertanyakan warga setempat. Hal itu dikabarkan warga nelayan bahwa sampai saat ini perahu nelayan di Tanjung Labun masih berlabuh simpang siur tak menentu.

    Hingga berita ini diterbitkan kepala desa limbungan JP belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait berita tersebut. (Marsidi/red).

    No comments

    Post Top Ad