• Breaking News

    Dirgahayu, Dubes Oedin!

    Kyay Oedin bersama  Joko Widodo dalam satu kesempatan. Foto: Facebook

    Bandar Lampung, Kejarfakta.com -- Masih ingat, tepat hari ini, Kamis (7/2/2019), adalah hari jadi mantan Gubernur Lampung dua periode, dan per 13 Maret 2017 hingga kini mengemban amanat negara sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Kroasia, Sjachroedin ZP.

    Apakabar Kyay Oedin? Ya, pensiunan Komisaris Jenderal Polisi, dikenal sosok fenomenal bertabur bintang penghargaan dan kesohor dengan gaya bicaranya yang blak-blakan ini, hari ini berulang tahun ke-72.

    Meski kini berstatus diaspora, gubernur kepala daerah dari pensiunan jenderal polisi pertama di Indonesia pascareformasi ini tercatat masih bisa menyempatkan diri pulang kampung, pada beberapa kesempatan.

    Putra mantan Gubernur Lampung 1967-1973, Zainal Abidin Pagaralam, dan ayah empat bersaudara, Rycko Menoza (mantan Bupati Lampung Selatan), Handitya Narapati (mantan Wakil Bupati Pringsewu), Nadya Reisha, dan Aryodhia Febriansyah, buah pernikahannya dengan Trully Trisno Prawoto Atmodjo ini lahir di Tanjungkarang, 7 Februari 1947.

    Dubes pengganti mendiang Alexander Litaay itu bisa disebut sosok polisi yang polisionil, dan begitu pensiun bertransformasi jadi politisi ulung.

    Usai pensiun April 2002 dengan jabatan Deputi Kapolri Bidang Operasi, Oedin --sapaannya, tak butuh waktu lama melenggang gelanggang. Politik.

    Jagoan sayang PDI Perjuangan yang mempopulerkan tagline Demimu Lampungku Padamu Baktiku itu satu kali 'gagal tayang', Pilgub Lampung 30 Desember 2002, tapi dua kali menang.

    Dubes RI untuk Republik Kroasia Sjachroedin ZP beserta keluarga. Foto: Facebook

    Pertama, kala duet bareng Syamsurya Ryacudu (almarhum) Pilgub Ulang 24 Mei 2003 untuk periode 2004-2009. Kedua, pascatransisi pemilihan dari DPRD ke pilkada langsung, kembali menang Pilgub 3 September 2008 untuk periode 2009-2014.

    Proses politik terjal mantan Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Sumatera Selatan itu, akan terus dikenang rakyat Lampung dan Indonesia, sebagai bagian sejarah politik elektoral.

    Betapa tidak, saat ikut pilgub ulang 2003, saat itu tengah hangat polemik pelaksanaannya apakah sebelum atau sesudah Pilpres 2004 sebagai pilpres langsung pertama di Indonesia pascareformasi.

    Lantas, saat ikut Pilgub 2008 yang memangkas setahun lebih cepat masa jabatannya yang seharusnya baru berakhir 2 Juni 2009, Oedin --duet dengan MS Joko Umar Said tercatat kandidat pemenang pilgub dengan jumlah paslon terbanyak di Indonesia dalam pilkada serentak 2008.

    Nah, ini sekadar pengingat. Demi turut merayakan penuh semangat, redaksi meminta sejumlah pihak berpendapat, sekaligus khaturkan selamat.

    Membalas pesan redaksi, pukul 14.57 WIB, praktisi infrastruktur yang juga menahkodai Gebu Minang dan juga Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Andesit Indonesia Lampung, Ginta Wiryawan Senjaya, menyampaikan ucapan selamatnya.

    "Selamat ulang tahun Uda Sjachroedin Tuanku Rajo Endah Mangkuto Alam, terus merajut adat budaya Lampung jo Minang, terima kasih atas kepeduliannya terhadap orang Lampung asal Sumatera Barat," kata pegiat Tim Percepatan Pembangunan Infrastruktur Provinsi Lampung ini.

    Selain ketua umum DPP Lampung Sai, Oedin juga didapuk jadi Ketua Dewan Pituo Gebu Minang Lampung.

    Muzzamil, mantan aktivis 1998 yang sejak 2002 mendirikan lembaga riset mandiri, CeDPPIS, mengucap selamat sembari memberi tanda pengingat.

    "Dirgahayu Kyay Oedin. Salam dari keluarga besar di Pringsewu. Saya ingat, bangga juga dulu dengar ustadzah cilik Bela Diniyah Putri, anak almarhum kakak sepupu saya, Kang Ribut, tampil di Mahan Agung pada peringatan Hari Anak Nasional atas undangan Kyay Oedin," kenang dia.

    Sementara, dimintai senada, faktor kesibukan, Ketua DPD PDIP Lampung Sudin, hingga berita ini diturunkan, tak kunjung membalas pesan redaksi, Kamis sore. [red/mzl]

    No comments

    Post Top Ad