• Breaking News

    Marak Ilegal Loging di Register 19, FKWKP Bentuk Tim Investigasi


    Pesawaran, Kejarfakta.com -- Maraknya ilegal logging di register 19 yang sekarang di kenal dengan hutan tahura wan Abdul Rahman tepatnya di daerah limbungan Kabupaten Pesawaran membuat  Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pesawaran (FK-WKP) bersama LSM Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN)ke lokasi,  Sabtu (23/2/2019).

    Hasil yang di dapat di lapangan ternyata sepanjang perjalanan di hutan lindung memang tidak di temukan lagi kayu jenis sonokeling yang selama ini menjadi incaran bagi pelaku pencuri kayu.

    Setelah menempuh perjalanan selama hampir tiga jam dengan menelusuri jalan setapak menggunakan kendaraan roda dua tim akhirnya menemukan lahan tempat mengumpulkan kayu,dan beberapa golondongan kayu hasil penebangan.yang belum sempat di angkut di duga kayu tersebut dari jenis sonokeling, di dalam kebun coklat milik warga.

    Ketua tim investigasi sekaligus ketua FK-WKP, Feri Dermawan mengatakan, hal seperti ini seharusnya tidak perlu terjadi bila Dinas Kehutanan bekerja dengan sungguh-sungguh. Penebangan kayu ini bukan kali pertama yang terjadi di dalam hutan lindung, kejadian ini sudah berlangsung cukup lama. Ini terbukti sepanjang jalan yang di lalui dalam hutan lindung  sudah tidak ada lagi jenis kayu sonokeling. Kalaupun ada itu sudah jauh di dalam hutan bahkan bukan hanya daerah limbungan saja yang diduga telah di rambah oleh pelaku ilogal loging, daerah sepakat,suka harum,umbul solo serta daerah lain yang ada di register 19 pun sudah di jarah oleh pelaku ilegal loging.

    "Saya khawatir dan tidak menutupi kemungkinan kalau pekerjaan ini sudah teroganisir artinya ada pihak pihak yang membekingi ilegal logging tersebut sehingga kegiatan ilegal loging dengan bebas menjarah kayu sono keling yang ada di register 19," ucapnya.

    Feri, berharap kepada pihak pihak terkait, khusu nya pihak Polhut Provinsi Lampung dan pihak kepolisian dapat serius dalam menagani ilegal loging yang terjadi di register 19, karena kegiatan ilegal loging itu akan berdampak kepada rusak nya ekosistem dan bencana alam yang berdampak kepada masyarakat Pesawaran ini.


    Ia juga menambahkan leluasanya para pembalak liar melakukan penjarahan terhadap kayu sono keling itu juga di pengaruhi beberapa faktor selain minim nya pengamanan dari polhut serta ada nya indikasi keterlibatan oknum juga Karena letak nya cukup jauh  ke dalam hutan disinilah kesempatan para pencuri memanfaatkan kesempatan menebang tanpa ada pengawasan dari pihak terkait.

    Feri juga mengatakan, dampak dari perbuatan yang tidak bertanggung jawab ini akhirnya di rasakan oleh masarakat di bawah terkena dengan imbas nya,yaitu bila musim penghujan datang akan mengakibatkan banjir besar ,seperti yang terjadi di kecamatan way lima dan kedondong beberapa waktu yang lalu.

    Seorang petani yang enggan menyebutkan namanya berhasil di temui tim di lokasi kebunnya mengatakan, memang benar selama ini di hutan ini sering kami mendengar orang menggunakan gergaji potong jenis senso menebang pohon namun namun kami tidak berani mendatanginya.

    “Dulu ada beberapa pohon juga di dalam areal kebun saya, dan oleh para penebang saya di janjikan akan di beri satu juta rupiah untuk satu Batang pohon, namun setelah kayu tersebut di tebang dan di buat gelondongan kemudian di angkut menggunakan mobil truk,lantas mereka menghilang,” jelasnya
    “Biasanya mereka para penebang pohon sonokeling melakukan kegiatan pada malam hari, dan menjelang subuh suara mesin potongnya sudah tidak terdengar lagi." Kata dia. (*/Yoga/red)

    No comments

    Post Top Ad