• Breaking News

    Meriah, Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Tsunami Selat Sunda

    Panggung utama acara Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Bencana Tsunami Lampung Selatan, di Elephant Park, Enggal, Bandarlampung, Sabtu (23/2/2019). Foto dibidik saat jeda adzan magrib. Foto : Muzzamil

    Bandar Lampung, Kejarfakta.com -- 216 kursi tamu, diteduhi dua tarub menghadap panggung utama di di Elephant Park, yang membelakangi Jalan Jenderal Sudirman, Enggal, Bandarlampung, juga sedikitnya 8 booth tenda payung di sisi kanan tak jauh dari panggung, menyemarakkan gelaran mulia nan agung, Sabtu, malam ini.

    Ya, saat ini masih berlangsung, kegiatan dalam upaya memuliakan sesama makhluk Allah, yang masih berjibaku dengan upaya diri memulihkan kehidupan sosial ekonomi, sekaligus merehabilitasi infrastruktur dasar, serta memulihkan trauma psikis pascabencana, para penyintas tsunami pascaerupsi Gunung Anak Krakatau Selat Sunda 22 Desember 2018 lalu.

    Taja bareng Pemprov Lampung dan Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung ini ditajuki Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Bencana Tsunami Lampung Selatan.

    Didukung sedikitnya 48 media partner, ditambah Radio Batara 98.4 FM, komunitas dan sponsor pendukung diantaranya Yamaha, Lautan Berlian Motor, Gebyar Pelajar Lampung (GPL), Print Sewu (PS), KNG Management, dan DPK, gelaran yang terbuka untuk umum itu berlangsung meriah.

    Tuti Harijani, peserta bazar UKM Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Bencana Tsunami Lampung Selatan, di Elephant Park, Enggal, Bandarlampung, Sabtu (23/2/2019). Foto dibidik usai kumandang adzan magrib. Foto : Muzzamil

    Kegiatan yang dimaksud menggalang kepedulian sosial bagi penyintas tsunami Lampung Selatan berwujud Wakaf Perahu nelayan korban tsunami itu, memberi apresiasi para donatur yang terus bertambah jumlahnya, juga, ajang membumikan aksi-aksi nyata kepedulian sosial terhadap sesama manusia apalagi korban bencana.

    Pantauan redaksi, sesaat setelah adzan magrib berkumandang, Sabtu petang, ratusan warga kota, membaur, di sudut-sudut ciamik area publik besutan Pemprov Lampung yang dulu dikenal Lapangan Merah, Enggal itu.

    Redaksi sempat mewawancarai Tuti Harijani (53), pengampu UKM kuliner Bandeng Presto Hj. Ninik dan Mayang Sari, anggota komunitas Safe Food Indonesia (SFI) Lampung pimpinan Dian Eka Darma Wahyuni --yang juga Kepala Cabang ACT Lampung, peserta kegiatan.

    Ditanya kesan, Tuti  yang mengaku kali pertama ikut kegiatan kemanusiaan ini belum bisa berkomentar sebab kegiatan belum dimulai. "Belum ada kesannya, soalnya belum mulai acaranya. Kalau ditanya kesan, ya nantilah setelah dimulai," ucap dia di booth tendanya, pukul 18.30 WIB.

    Tuti mengungkapkan dirinya juga pernah menyalurkan langsung donasi kemanusiaan ke lokasi terdampak terparah tsunami di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, beberapa waktu lallu.

    Jika Pembaca kebetulan melintas, atau tengah berada di Bandarlampung, tak ada salahnya turut bergabung di lokasi kegiatan. Menghibur diri dan keluarga, sekaligus menyisihkan sedikit rezeki, berdonasi bagi korban tsunami. [red/mzl]

    No comments

    Post Top Ad