• Breaking News

    Niat Mendapatkan Pekerjaan, Warga Banjar Margo Tertipu

    Niat Mandapatkan Pekerjaan, Warga Banjar Margo Tertipu

    Tulang Bawang Kejarfakta.com -- Niat hati ingin mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan, tapi malah menjadi korban penipuan,  itulah ungkap yang cocok diberikan kepada Febby Puspa Erine (20), berprofesi swasta, warga Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

    Febby menjadi salah satu korban penipuan yang dilakukan oleh Ayu Umaka (23), berprofesi wiraswasta, warga perum PU  Desa Bumi Raya, Abung Selatan  Kecamatan Abung Selatan  Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

    Kapolsek Banjar Agung Kompol Rahmin, SH mewakili Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi, SIK, MH mengatakan, pelaku ditangkap oleh Polsek Banjar Agung, rabu (20/2/19), pukul 22.00 WIB, di hotel sejahtera Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung.

    Terungkapnya aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku, berkat laporan dari korban ke Polsek Banjar Agung.  “Berbekal laporan dari korban, petugas kami langsung melakukan penyelidikan dimana keberadaan pelaku. Berkat keuletan dan kegigihan petugas dilapangan,  akhirnya pelaku berhasil ditangkap,” kata dia.

    “Aksi penipuan yang dilakukan oleh pelaku ini, tergolong cukup modern karena pelaku mencari korbannya melalui media sosial berupa facebook, Setelah mendapatkan korban yang mencari pekerjaan di FB, pelaku langsung meminta nomor handphone korban dengan cara mengirim pesan inbox di akun FB korban.

    Lalu, pelaku mengajak korban ketemuan, setelah bertemu pelaku akan menjanjikan kepada korban bisa memasukkan korban bekerja di salah satu rumah sakit atau puskesmas yang ada di Kabupaten Tulang Bawang dengan meminta sejumlah uang,” papar Kompol Rahmin, Jumat (22/2/19).

    Selain korban Febby Puspa Erine, ternyata juga sudah ada lima korban lain yaitu Linayu, Septa, Adisa, Devi dan Ririn. Mereka ini dijanjikan oleh pelaku bisa masuk bekerja di RS Mutiara Bunda tanpa test sebagai staff admin, dengan gaji setiap bulan sebesar satu juta sembilan ratus ribu rupiah dan para korban ini diminta menyiapkan surat lamaran yang ditujukan ke rumah sakit tersebut serta pelaku juga meminta uang tunai sejumlah satu juta lima puluh ribu rupiah untuk setiap korbannya.

    “Petugas kami lalu meminta konfirmasi kepada pihak Rumah Sakit Mutira Bunda, ternyata pihak Rumah Sakit Mutiara Bunda tidak pernah meminta tolong kepada pelaku untuk mencari tenaga kerja dan dalam proses perekrutan tenaga kerja, pihak rumah sakit tidak memungut biaya,” ucapnya.

    “Saya menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk berhati-hati dalam mencari pekerjaan dan lebih selektif dalam menerima informasi yang ada di medsos sehingga tidak menjadi korban para pelaku kejahatan.” Tutup Kapolsek.

    Reporter    :   Rama
    Editor        :   Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad