• Breaking News

    Revolusi Industri 4.0, Bengkulu Selatan Ciptakan Batik Khas Daerah

    Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI, di Hotel Gaia, Yogyakarta, Selasa (26/02/2019).

    Bengkulu Selatan, Kejarfakta.com -- Pemerintah daerah kabupaten Bengkulu Selatan siap menumbuhkan sentra kerajinan baru. Batik khas daerah menjadi pilihan yang akan diciptakan sebagai produk karya daerah.

    Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI, di Hotel Gaia, Yogyakarta, Selasa (26/02/2019).

    “Hari ini kita menjalin kesepakatan dengan BBKB untuk kerjasama pelatihan pengembangan batik berbasis kearifan lokal,” kata Plt. Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, usai acara penandatangan MoU.

    Dijelaskan Gusnan, tujuan kerjasama ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan sentra industri kecil menengah daerah. Tahap awal akan dikirim beberapa peserta dari daerah untuk training membatik di pusat pelatihan Yogyakarta.

    “Untuk target jangka panjang kita tentu ingin ada sebuah kegiatan baru di tengah masyarakat, seperti kerajinan batik ini, dengan motif yang memiliki nilai kearifan lokal atau ethnic,” jelas Gusnan.

    Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian RI, di Hotel Gaia, Yogyakarta, Selasa (26/02/2019).

    Sementara itu, Ir. Titik Purwati, Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik mengaku mengapresiasi inisiatif beberapa daerah yang menjalin MoU pengembangan batik daerah, termasuk kabupaten Bengkulu Selatan.

    “Batik saat ini bukan hanya soal khas budaya daerah, melainkan sebuah produk yang bernilai ekonomis, dan saat ini telah menembus pasar internasional. Tahun 2018 sudah ratusan milliar yang diperoleh negara hasil dari ekspor kerajinan dan batik,” ungkap Titik.

    Lebih lanjut, Titik menilai, dengan luasan wilayah dan keberagaman kerarifan lokal yang dimiliki Indonesia sangat memungkinkan batik menjadi produk unggalan yang dimiliki oleh masing daerah.

    Turut hadir dalam penadatanganan MoU kerjasama batik yakni Jonior Hafiz Kepala Dinas Bappeda, Herman Sunarya Kepala Disperndigakop dan Ny. Nurmalena Gusnan selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bengkulu Selatan. (Asiun/red)

    No comments

    Post Top Ad