• Breaking News

    Santripreneur Indonesia Gandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI Sosialisasi TI di Ponpes Miftahurrohmah


    Pesibar, Kejarfakta.com -- Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahurrohmah Pesisir Barat (Pesibar), mendapatkan sosialisasi Teknologi Informasi dan Kewirausahaan (20/2/2019), Santripreneur Indonesia menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi untuk menyelenggarakan sosialisasi tentang Teknologi Informasi di Kabupaten Pesibar.

    Gelaran acara yang bertajuk Bakti Kominfo untuk negeri tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Guna Menunjang Pembangunan Infrastruktur melalui Sosialisasi Entrepreneur Digital untuk Santri”.

    Acara yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Ponpes Miftahurrohmah tersebut merupakan tempat kedua di Provinsi Lampung setelah sebelumnya diadakan di Kabupaten Lampung Barat.

    Kegiatan ini merupakan upaya Santripreneuer Indonesia bersama pemerintah melalui Bakti Kominfo RI untuk meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi secara bijak dan optimal.


    Dewasa ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi khususnya media sosial di Indonesia sangatlah pesat sehingga terbentuk era baru yang sering dikenal dengan era milenial. Era milenial merupakan era dimana para generasinya tidak bisa lepas oleh sosial media maupun smartphone.

    Jika generasi milenial tidak diberikan arahan dan kawalan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, ditakutkan terseret oleh dampak negatif perkembangan TIK seperti berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian di media sosial.

    Setelah mengikuti sosialisasi tersebut peserta dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan bijak dan optimal. Teknologi Informasi dan Komunikasi layaknya dua mata pisau, membawa dampak yang sangat positif jika digunakan secara bijak dan optimal misalnya pembelajaran melalui internet atau bahkan wadah untuk berwirausaha.

    Namun, jika tidak digunakan secara bijaksana, generasi muda akan terseret oleh dampak negatif dari sosial media maupun internet.

    Acara ini turut mengundang Bupati Kabupaten Pesisir Barat yang dalam hal ini diwakili oleh Lingga Kusuma selaku Asisten 1 Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pesisir Barat, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pesisir Barat, Kapolsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Camat Pesisir Tengah, dan pejabat desa sekitar Ponpes Miftahurrohmah.

    Acara ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari santri dan warga sekitar. Acara dimulai pukul 09.30 WIB diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia raya, penampilan nasyid dan sambutan oleh Pengasuh Ponpes Miftahurrohmah, perwakilan dari Santripreneur Indonesia (Ir. M. Asrori), dan Lingga Kusuma dari Pemerintah Daerah Pesisir Barat.


    Sosialisasi dan pelatihan dimulai pukul 10.00 WIB dengan pembicara oleh Dr. Ir. Sudjatmogo, M. Sc (Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia) dan Akhmad Kambali, SE. MM. Dewan Penyelaras Usaha Santripreneur Indonesia).

    Dalam pengantarnya, M. Asrori menyampaikan bahwa teknologi informasi bagi siswa-siswi mempunyai sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar. “Para santri dan siswa-siswi harus memaksimalkan sisi positif dengan adanya media sosial. Misalnya digunakan untuk mengembangkan bisnis.” Sedangkan sisi negatifnya bisa menjerumuskan para siswa-siswi jika tidak dibimbing dan diberikan pengarahan yang baik.

    Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah juga harus mendukung gerakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.

    Sudjatmogo, salah satu narasumber menyampaikan bahwa teknologi informasi penggunaannya sekarang dilindungi oleh Undang-undang. Barang siapa yang menyalahgunakannya bisa terjerat pasal-pasal yang pada akhirnya membawa si pengguna ke dalam penjara.

    “Kita sebagai pengguna teknologi jangan sampai menyebar hoax yang itu merupakan kegiatan melanggar undang-undang, karena kita nanti bisa diadili dengan ulah kita tersebut,” sambungnya di akhir penyampaian materi.

    Narasumber satunya, Akhmad Khambali menyampaikan pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang kewirausahaan. Bahwa dalam dunia yang semakin maju ini, tidak menutup kemungkinan hampir semua bidang bisnis menggunakan teknologi informasi untuk menunjang keberlangsungan suatu bisnis atau perusahaan.

    “Di kota-kota besar sekarang banyak orang malas bergerak karena dimudahkan dengan teknologi informasi. Sekarang adik-adik di sini saya ajak untuk menjadi seorang pengusaha yang melayani orang-orang malas tersebut. Karena prinsip dasar berwirausaha adalah melayani sesama umat manusia, tetapi kita mendapatkan feedback positif berupa keuntungan dalam bisnis kita,” tambah Akhmad Khambali untuk menyemangati para peserta sosialisasi. (rls)

    No comments

    Post Top Ad