• Breaking News

    Saudaraku Korban Tsunami, Jangan Menyerah! Tuhan Bimbing Kami..

    Ki-ka: WD Muchsin-Rafika Trisha Ananda (MC), Gubernur Lampung M Ridho Ficardo, Kacab ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, perwakilan pelajar penulis buku "Suara Rindu", dan Kadis Perpustakaan Kearsipan Lampung Ferynia, pada penutup acara Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Tsunami Lampung Selatan, di Elephant Park Enggal Bandarlampung, Sabtu (23/2/2019). Foto: Muzzamil

    Bandar Lampung, Kejarfakta.com - Masih dari arena Pagelaran Musik Kemanusiaan Peduli Korban Bencana Tsunami Lampung Selatan di Elephant Park, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (23/2/19) malam, sekonyong-konyong ratusan pengunjung terutama milenial maju mendekat panggung utama, saat dua musisi asal Lampung, Andika Mahesa (mantan vokalis Kangen Band) dan Kiki "The Potters", duet menghibur.

    Membius ratusan pengunjung dan tetamu hadirin, Andika-Kiki antaranya melantunkan tembang The Potters rilisan 6 Juni 10 tahun lalu, Keterlaluan.

    Usai duet, kepada MC WD Muchsin dan Rafika Trisha Ananda, Kiki mengaku belum lama mengunjungi kembali warga penyintas tsunami di lokasi terdampak Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. "Mari kita tunjukkan kepedulian sosial kita dari diri kita sendiri dulu," timpal Andika.

    Harap Kiki, dana terkumpul pada acara galang donasi besutan Pemprov Lampung dan Global Wakaf-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung itu bisa segera tersalur kepada para korban dan keluarganya yang masih butuh bantuan dan recovery pascabencana.

    "Saya sangat mengapresiasi acara ini. Sukses selalu buat semuanya, terima kasih Pak Gubernur," Kiki bersemangat.

    Sebelumnya, Andika-Kiki juga kompak sepanggung, membersamai Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang tampil memukau membawakan lagu Izinkan Aku Menyayangimu milik maestro Iwan Fals, dilanjut Biarlah Bulan Bicara milik mendiang Broery Marantika.

    Kedua lagu dilelang dan membukukan donasi sebesar Rp 58 juta, terhimpun dari undangan, antaranya sejumlah kepala dinas OPD Pemprov Lampung --Kadis Kominfotik A Crisna Putra, Kadispar Budiharto, Kadiskes Reihana, dan Kadisnakertrans Lukmansyah.

    Berikutnya, pukul 22.36 WIB, tampil kali ketiga, berbusana merah nyala bermotif Tapis khas Lampung, penyanyi berbakat Fatur featuring violist Norman melantunkan tembang lawas, Surga Di Telapak Kaki Ibu.

    Atmosfir pesan moral agar seluruh warga penyintas tsunami Lampung Selatan terus bangkit dan tetap tabah, terasa kala Rizzy Amasta Band, pukul 22.45 WIB, mendendangkan lagu populer dari mini album yang dirilis d'Masiv menyambut Ramadan 1430 H --Agustus 2009, Jangan Menyerah.

    Mengaku kali pertama tampil di acara galang donasi kemanusiaan, Rizzi menyebut pengalaman religiusnya ini luar biasa. "Luar biasa ya, karena (sebelumnya) kami nggak pernah ikut acara gini. Saya berharap bisa ikutan kalau ada kegiatan serupa yang akan datang," vokalis ganteng ini berujar.

    Berikutnya, pukul 22.51 WIB, giliran salah satu MC, Rafika Trisha Ananda bikin kejutan. Dengan iringan apik gitar akustik oleh Habibi, siswanya di SMPN 12 Bandarlampung, ketua Pemuda Panca Marga termuda se-Indonesia itu bernyanyi lagu ciptaannya sendiri, Bimbing Kami Tuhan.

    Sebelum bernyanyi, Fika --sapaannya, berkisah latar lagu syahdu itu, terinspirasi dari peristiwa gempa bumi-tsunami Palu-Donggala-Sigi dan Lombok, serta tsunami Selat Sunda.

    Acara sendiri padat pengunjung. Selain sahibul hajat, Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni SP, didampingi Marketing Communication Hermawan WS dan Ketua Panpel Fajar Yusuf Dirgantara, tampak Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis, 4 kadis penyumbang lelang lagu amal Gubernur, serta Kadis Perpustakaan Kearsipan Daerah Lampung Ferynia.

    Sudut lain, hadir beberapa pimpinan mitra ACT, seperti Ketua Gabungan Admin Shelter Pengemudi Ojek Online Lampung (GASPOOL), Miftahul Huda. Puluhan jurnalis tergabung Journalist For Humanity (JFH) Lampung berkelimun sekeliling panggung.

    Pun tampak, kompak berselendang Tapis, para pelajar penulis buku Suara Rindu asal 10 sekolah di Lampung. Sekitar 8 booth peserta bazar UKM kuliner dan fesyen, satu booth Yamaha dan dealer Lautan Berlian Motor juga sesekali dikerubuti warga pengunjung. [red/mzl]


    No comments

    Post Top Ad