• Breaking News

    Yudha Setiawan : Pemenang Lomba Pekon Kelak Akan Mewakili Lambar Pada Lomba Tngkat Provinsi


    Plt. Kepala DPMP Lambar Yudha Setiawan

    Lampung Barat, Kejarfakta.com -- Tiga Pekon terbaik mendapat reward dari Bupati Lampung Barat (Lambar), H. Parosil Mabsus yaitu umrah gratis dan uang pembinaan, untuk terbaik pertama 55 juta rupiah, untuk terbaik kedua 15 juta rupiah, untuk terbaik ketiga 10 juta rupiah, merupakan hadiah yang luar biasa besar, sejak  zaman Bupati Mukhlis Basri besaran hadiah mengalami peningkatan.

    Hal tersebut dijelaskan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon (DPMP), Yudha Setiawan kepada wartawan KejarFakta.com, Senin (04/02/19).
    Menurutnya, Lomba pekon di selenggarakan setiap tahun, untuk para pekon yang mandapatkan juara tingkat Kabupaten pada tahun 2018, utamanya bagi pemenang yang mendapatkan terbaik pertama nantinya akan dikirim mewakili Lambar ke tingkat Provinsi Lampung.

    “Lomba pekon ini sebenarnya tidak mudah, karena melibatkan semua masyarakat, dan kita nilai dari segi pendidikan, kesehatan, kebersihan, keamanan dan beberapa variabel indikator lainnya. Dan tidak terkait pada pengelolaan anggaran dana desa (ADD), untuk penilaian pengelolaan ADD sendiri nanti bulan 3 akan kita laksanakan,” jelasnya.

    Ditambahkan Yudha, Untuk tahun 2019 lomba pekon akan di laksanakan pada bulan Maret 2019 mendatang, dan pada akhir bulan Bulan maret para pemenang telah di dapat.

    “Kita sangat konsen dan mendukung program bupati, tentu akan disesuaikan di PMD ini, salah satunya yaitu lomba pekon ini. Kita akan berusaha untuk pekon yang mewakili kabupaten untuk dapat bersaing di tingkat provinsi, kita menyadari hal itu sangat berat, karena kita akan bertemu wakil dari kabupaten-kabupaten lainnya,” imbuhnya.

    Yudha berharap, kerja keras bersama masyarakat bersama dengan pembinaan, harus ditingkatkan agar dapat lolos dan mewakili provinsi di tingkat nasional.
    “Maju atau tidaknya sebuah pekon tergantung peratin, karena zaman sekarang sejak pemerintahan jokowi, desa mempunyai anggaran sendiri yang disediakan pemerintahan pusat,” ujarnya.

    “Untuk mewujudkan program unggulan kabupaten,  kabupaten tangguh bencana, kabupaten literasi, kabupaten konservasi tidak akan terwujud jika desa/pekonya  sendiri tidak bagus, baik pengelolaan ADD, pelaporan dan lain-lain,” Pungkas Yudha.

    Reporter    :    Ade Irawan
    Editor        :    Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad