• Breaking News

    Dugaan Asusila Oknum Kades Belum Kelar, ADD dan DD Dilaporkan Warga

    Rohadi, Perwakilan masyarakat Desa Sukarami, Kecamatan Air Nipis, Bengkulu Selatan.

    Bengkulu Selatan, Kejarfakata.com -- Terkait laporan dugaan asusila dan penyalahgunaan Dana Desw (DD) serta alokasi DD, Desa Sukarami Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan berbuntut panjang. Ada 3 orang  perwakilan desa Sukarami mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Selatan, Senin (11/3/2019).

    Rohadi (42), warga Sukarami saat di wawancara kejarfakta.com mengatakan, kami melapor ke DPRD Bengkulu Selatan indikasi asusila dan Mark Up DD dan alokasi dana desa (ADD), dari tahun 2016, 2017 dan 2018.

    Ada beberapa poin yang di laporkan perwakilan masyarakat desa Sukarami, pada tahun 2016, yakni jalan sentra produksi batu balai, rabat beton, pembuatan plat diker ada sambungan di siring air melintang, jalan sentra produksi siring melintang.

    Kemudian tahun 2017, jalan sentra produksi napal cuguk, plat diker di belakang rumah Riko, Bumdes di buat kantor desa, pengadaan tenda dan kursi indikasi Mark Up. Lalu tahun 2018, jalan sentra produksi batu balai 3, pengadaan tenda dan kursi, lapen di lingkungan desa ada 3 yakni, gang kapuk, gang sepakat, dan pembuatan gapura satu paket dengan bak air dan rabat beton indikasi Mark Up.

    Kepala Dinas BPMD Bengkulu Selatan, Siswanto, S.Sos., melalui Kabid Pemerintahan Desa, Hamdan Sarbaini saat di temui di ruang kerjanya mengatakan, memang benar ada laporan perwakilan warga desa Sukarami Kecamatan Air Nipis Bengkulu Selatan.

    "Kami akan turun langsung dan cros chek kebenaranya, kalau terbukti oknum Kades (Md), Desa Sukarami diduga asusila akan kita tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya Hamdan. (Asiun/red).

    No comments

    Post Top Ad