• Breaking News

    Granat Beri Penyuluhan Bahaya Narkoba di Universitas Negeri Padang


    Padang, Kejarfakta.com -- Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) melakukan Penyuluhan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (2/3/2019).

    Kegiatan bertema besar "Save Our Young Generation" ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Deklarasi Milenial Anti Narkoba di 4 (empat) provinsi: Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara dan Aceh.

    Dalam Kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di UNP dihadiri oleh Ketua Umum DPP Granat H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH., Plh. Ketum DPP Granat Komjen Pol (Purn) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si, Sekjen DPP Granat Brigjen Pol (Purn) Drs. H. Ashar Suryobroto, M.Si, Dewan Pembina DPP Granat Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwopranjono, Dewan Pakar DPP Granat DR. Pandu Djajanto, SH, MA, Wabendum I DPP Granat Hj. Hilmiah, Ketua Departemen Pengkajian & Kerjasama Luar Negeri DPP Granat Tony Parbudi, serta LO Kegiatan Deklarasi Milenial Anti Narkoba di Sumatera Barat Zulasman Abubakar, SE, MM yang juga Wakil I Departemen Kerjasama Antar Lembaga & Pendanaan, Departemen Humas, Publikasi dan Dokumentasi DPP Granat Nurfahmi Budi Prasetyo serta Departemen Organisasi, Keanggotaan & Kaderisasi Febriadi.

    Diketahui, kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kampus UNP dan Deklarasi Milenial Anti Narkoba yang akan digelar di Danau Cimpago, Pantai Padang, Minggu (3/3/2019) pagi ini bisa terlaksana atas kerjasama DPP GRANAT, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (FOKAN) Sumbar serta Kampus UNP.

    Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri, Ph.D dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Penyuluhan bahaya Narkoba oleh DPP Granat mengatakan, pihak kampus sanga beruntung bisa kedatangan rombongan DPP Granat yang merupakan orang hebat-hebat.

    "Mahasiswa dan warga kampus kami sangat berbahagia dan beruntung sekali bisa menerima pencerahan serta penyuluhan dari Granat. Kebijakan kampus tegas, bagi mahasiswa atau dosen yang terbukti mengonsumsi atau mengedarkan narkoba langsung dikeluarkan. Baru baru ini ada mahasissa kami yang menjadi tersangka karena mengonsumis narkoba. Dan sudah kami keluarkan agar tidak menjadi virus di kampus," tegas Rektor UNP.

    Prof. Ganefri, Ph.D juga menyampaikan di Padang tren yang sedang terjadi anak-anak kecil hingga remaja banyak yang mencari kenikmatan seperti menggunakan narkoba dengan menghisap lem aibon.

    Dalam Keynote Speechnya, Ketum DPP Granat H. KRH. Henry Yosodiningrat, SH. MH. mengatakan, saat ini ada suatu kejahatan yang luar biasa, dan merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan, yaitu KEJAHATAN NARKOBA.

    "Kejahatan ini TUJUANNYA Menghancurkan bangsa Indonesia dengan cara yang sistematis dan konsepsional," ujar Henry di Kampus UNP, Padang, Sumatera Barat.


    Ditambahkan Henry, cara mereka para sindikat melakukan pembusukan terhadap Generasi Milenial sebagai generasi Muda bangsa. "Mereka lakukan itu, karena mereka tahu bahwa MASA DEPAN BANGSA ada di pundak Generasi Milenial," lanjut Henry. 

    Saat ini setidaknya lebih dari 5 Juta anak bangsa ini telah menjadi pengguna dan pencandu Narkoba. "Dan setiap hari paling tidak 5 Juta orang anak bangsa ini yang meninggal dunia secara sia-sia karena menggunakan Narkoba. Juga Jutaan anak-anak putus sekolah karena Narkoba," urai Henry.

    Akankah jumlah itu kita biarkan bertambah saudara saudara? Tanya Henry yang juga Anggota DPR RI periode 2014-2019.

    "Itulah sebabnya mengapa Kami (dalam hal ini GRANAT dan POLRI) tidak henti-hentinya melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan Generasi Milenial sebagai penerus bangsa ini."

    Terkait hal itu, Henry menekankan, PRESIDEN TELAH MEMBERIKAN PERHATIAN YANG SANGAT LUAR BIASA untuk menyelamatkan Generasi Milenial agar dapat Mewujudkan INDONESIA YANG LEBIH BAIK.

    "Pemerintah telah bekerja keras membangun Infrastruktur di seluruh negeri, memperbaiki Perekonomian, dgn menertibkan berbagai hal, antara lain menutup celah-celah praktek Korupsi, kolusi di berbagai sektor, seperti sektor Pertambangan, perikanan  Kelautan," lanjut Henry.

    Masih dikatakan Henry, pemerintah juga telah memperbaiki sistem Pendidikan, memberi kesempatan bahkan Mewajibkan anak-anak untuk sekolah, menciptakan lapangan pekerjaan, dsb.

    "Saudara-saudara, pencapaian Pembangunan yang luar biasa itu, akan sia-sia apabila tidak disertai dengan membangun dan menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan sehat," tambah Henry.

    Oleh karena itu, kata dia, GRANAT mengajak Generasi MILENIAL untuk Menjauhi NARKOBA, dan bersama sama memerangi KEJAHATAN NARKOBA.

    Sementara itu dilanjutkan dalam paparan interaktif yang disampaikan Ketua Departemen Pengkajian dan Kerjasama Luar Negeri DPP Granat Tony Parbudi, ada tiga langkah yang perlu dilakukan di Indonesia untuk memerangi Narkoba.

    "Pertama, cegah dan jangan didukung segala upaya sindikat dalam penyebarluasan narkoba di Indonesia. Kedua, memberdayakan masyarakat. Ketiga, Pemulihan Kembali (rehabilitasi)," papar Tony.

    Dalam presentasiny Tony memberikan contoh sudah sedemikian massifnya kejahatan narkoba di Indonesia. Seperti adanya kejadian pelajar kelas 7 (SMP kelas 1) menjadi bandar narkoba dan pemakainya adik kelasnya di kelas 5 SD.

    "Karena itu, dalam pencegahan. Jangan promosikan. Tingkatkan hubungan berkualitas orang tua dan anak; sediakan waktu untuk mendengarkan mereka: listen first. Kemudian amtif bersosialisasi dan berkegiatan dengan sesama warga. Dan intervensi (tapi bukan pemaksaan melainkan persuasif)," tukas Tony.

    Kemudian dilanjutkan dia, dalam pencegajan berbasis masyarakat upaya yang bisa dilakukan dengan membangun Koalisi Masyarakat Anti Narkoba, melakukan Primary Prevention dengan membentuk Smart Club di sekolah-sekolah, membentuk unit Granat di perusahaan-perusahaan, atau kampus-kampus.

    Seperti yang disampaikan Ketum Granat, Kampus UNP bisa dibentuk Rayon GRANAT yang langsung dimonitor oleh DPP atau DPD Granat setempat. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah masuknya narkoba lebih massif lagi dengan memberdayakan partisipasi aktif masyarakat, komunitas dan pelajar. (rls/red)

    No comments

    Post Top Ad