• Breaking News

    Gusnan Mulyadi: Minimnya APBD Bukan Alasan Bagi Pemda Untuk Tidak Merencanakan Sejumlah Program

    Plt. Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi.

    Bengkulu Selatan, Kejarfakta.com -- Plt. Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi menyebut minimnya APBD suatu daerah bukan alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak merencanakan sejumlah program yang memiliki dampak yang banyak bagi masyarakatnya, Minggu(24/3/2019).

    “Terkait perencanaan, saya mengajak khususnya para aparatur sipil negera khususnya di Bengkulu Selatan untuk keluar dari pola pikir seperti itu. Selama ini kita selalu terjebak bahkan menjebak diri kita sendiri untuk tidak banyak berbuat lantaran minimnya APBD. Kita selalu kebingungan bagaimana untuk membaginya,” ujar Gusnan, belum lama ini.

    Dikatakan Gusnan, APBD, APBN sejatinya hanya sepertiga dari perputaran ekonomi di negeri ini. Sisanya adalah anggaran – anggaran yang berasal dari sektor swasta.

    “Kita harus berpikir keluar, sebagaimana jadikan APBD sebagai pemantik saja untuk suatu perubahan atau pembangunan yang sejatinya bisa lebih dari apa yang sudah kita lakukan saat ini,” ucap Gusnan.

    Hal tersebut dikatakan Gusnan, bukanlah tanpa alasan. Sebagaimana yang dilakukan dirinya beberapa waktu lalu yang berhasil mengairi ribuan hektar sawah masyarakat di wilayah Kecamatan Seginim dan Air Nipis.

    “Boleh berkaca ke belakang, ada seribu hektar lebih sawah di Kecamatan Seginim dan Air Nipis. Dan disana saat itu para petani sulit mendapatkan air untuk sawah – sawah mereka. Tapi masalah itu berhasil saya selesaikan. Dengan apa ? Gotong royonglah yang menjawab permasalahan itu, bahkan tanpa dana APBD, sampai sekarang malahan. Namun sekarang permasalahan itu sudah ditangani oleh pihak BWS VII untuk meningkatkan apa yang sudah kita ciptakan,” kata Gusnan.

    Bukan hanya itu, program budidaya jagung yang dia gagas juga saat ini sudah mendapatkan perhatian lebih dari pihak Kementerian Pertanian RI.

    Kebun percontohan yang ada di wilayah Kedurang, Seginim dan Ulu Manna adalah salah satu contoh program untuk mengentaskan kemiskinan dalam untuk menuju masyarakat yang sejahtera.

    “Boleh dilihat sekarang hasilnya sudah berkali lipat dari apa yang kita rencana awalnya. Dampaknya, berbagai bantuan dari Kementan RI sudah banyak digelontorkan untuk program budidaya jagung ini. Mulai dari dryer sampai terakhir kita mendapatkan bantuan satu alat berat eksavator besar untuk pembukaan lahan baru jagung dan bantuan benih jagung setara 3 ribu hektar. Berapa APBD nya ? Boleh dikatakan nol,” jelasnya.

    Berdasarkan hal – hal tersebutlah tanpa lelahnya Gusnan terus mengingatkan kepada para aparatur negara untuk keluar dari pola pikir dan jebakan APBD yang minim.

    “Kita harus keluar. Berubah, berbenah. Dari tidak ada menjadi ada, From zero to be hero. Mulai tahun ini, saya harap kita keluar dari jebakan itu. Ayo, dengan bersama – sama tentu kita bisa melakukan itu dan bangkit. Tentunya hal ini didasari dengan perencanaan yang baik dan akan mendapatkan hasil yang baik pula,” ungkapnya. (*/Asiun)

    No comments

    Post Top Ad