• Breaking News

    Kondisi Sarana-Prasarana dan Anggota Damkar Tubaba Memprihatinkan, Pemerintah Terkait Tutup Mata

    Kondisi Posjaga Damkar Tubaba Yang Telah mulai Lapuk

    Tulang Bawang Barat, Kejarfakta.com -- Sungguh sangat memprihatinkan kondisi anggota dan fasilitas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), yang menjadi keluhan para anggota yang bertugas, hal ini terlihat di pos Minggu (3/3/2019).

    Keluhan tersebut di utarakan salah seorang anggota Damkar yang tengah piket ketika dikonfirmasi kejarfakta.com.

    Menurutnya anggota damkar yang enggan disebutkan namanya itu,  sarana dan prasarana Damkar Tubaba ,telah enam tahun terkesan tidak diperhatikan sebab, kecilnya pakaian seragam tidak pernah di ganti belum lagi baju anti panas, masker penahan asap, sepatu bout serta pasilitasnya hingga saat ini terkesan telah tidak layak pakai.

    “Semua yang kami butuhkan saat kami kerja sudah nggak layak pakai,” kata dia.
    Para anggota itu juga mengatakan, tempat istirahat saat piket hanya menggunakan karpet dan koran telah bertahun-tahun tidak mengguakan kasur dan bantal. Kami yang piket di pos jaga sudah bertahun-tahun nggak pernah tidur ada kasur atau bantal, hanya tidur diatas karpet, koran tanpa bantal,” ujar anggota itu.

    Tempat Beristirahat Para Anggota Saat Piket Di Pos Jaga Tak Layak Untuk Tempat Beristirahat Hanya Menggunakan Karpet

    Ditambahkannya selain fasilitas kerja dan kenyamanan saat menjalankan tugas dan berjaga saat ini kondisi pos jaga telah nyaris ambruk, atap banyak yang bocor.

    “Kalau ada hujan dan angin, kami tidak brani diam didalam pos karna takut ambruk smua ini sudah kami alami bertahun-tahun, dan sampai saat ini tidak ada perhatian sedikit pun dari pihak Pemkab Tubaba “Kami ini juga manusia, masak di samakan dengan hewan,”   kata para anggota yang ada di pos tersebut.

    Selain itu, pihak pemerinatah yang membidangi damkar tersebut terkesan tidak tran saparan terhada para anggota tersebut, sebab kurang daru satu tahun ini gaji yang anggota terima hanya kisaran Rp700-800ribu per anggota ditambah dengan uang makan per hari sebesar Rp 7500 per hari setiap anggota. Sementara pada tahun-tahun sebelumnya gaji yang diterima anggota Damkar itu sebesar Rp 1 Juta lebih dan turunya gaji itu tanpa pemberi tahuan terlebih dahulu.
    Para anggota itu berharap kepada pihak Kepala Bidang Damkar Nur budiman dan Kasat Pol-PP Tubaba Sujatmiko untuk memperhatikan keberadaan Damkar di kabujpaten itu. 

    “Mohon perhatikan keberadaan kami anggota Damkar karena, kami ini bekerja  bertaruh nyawa ketika ada kejadian,” ungkap para anggota itu.

    Kondisi Kendaraan Damkar Tubaba Yang Telah Mulai Termakan Usia Dan Kerap Rusak

    Para anggota itu juga menceritakan resiko pekerjaan ketika terjadi kebakaran, ketika saat kehadiran anggota damkar dating terlambat pastinya akan jadi sasaran emosi warga sementara fasilitas damkar sepeti kendaraan blanwir yang telah mulai rusak dan jarang dilkukan perawatan, sehingga kerap kali memicu keterlambatan saat kejadian.Selain itu bahan bakar pada kendaraan tersebut selalu kurang persiapan.

    “Keterlambatan kami bukan kesalahan dari kami, karena persiapan sarana dan prasarana kami tidak lengkap terutama perlengkapan kerja dan mobil damkar  mobil damkar itu sudah tua dan sudah rewel dan rusak terus,trus di dalam tangkinya slalu tidak ada persiapan Solar, dalam perjalanan menuju Lokasi kejadian kadang mobilnya mogok,” kata  para anggota.

    Lebih lanjut dikatakannya, posisi pos damkar berada di pusat kabupaten dan tidak dibagi per kecamatan sehingga tak jarang ketika tempat kejadian berada jauh dan denngan kondisi fasilitas yang sepeerti itu kendaraan yang sudah tak layak, dapat dipastikan saat kejadian anggota akan dating terlambat. 

    Apakah para pimpinan mau tau, kendala kami yang sebenarnya apalagi kalo lokasi kejadiannya jauh,dengan kendaraan yang  udah rewel jelas lambat kami nyampeknya sedangkan warga yang telah emosi dengan keterlambatan kami, kadang setelah kami nyampek lokasi kejadian,tak jarang kami dicaci maki dengan kata-kata  kotor, di lempar batu ,bahkan kami di pukulin sama masyarakat,” ungkapnya

    “jadi harapan kami kepada Pemkab melalui Kasad Pol PP dan Kabit Damkar perhatikan kami dan penuhi kebutuhan kami anggota Damkar, baik sarana maupun prasarana kami di damkar,jangan hanya mobil-mobil Dinas Pegawai yang lain yang slalu di ganti, masih baru trus di ganti lagi,” jelasnya

    Reporter :   A.Terpilih
    Editor     :   Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad