• Breaking News

    Lahan TPA Desa Mada Jaya Bermasalah

    Lahan TPA Desa Mada Jaya Bermasalah

    Pesawaran, Kejar Fakta.com -- Polemik  Tanah Hibah dalam Pembangunan Taman Pendidikan Al-qur’an(TPA)Tahun 2014 yang bersumber dana dari APBN Melalui Program PNPM di Desa Mada Jaya Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran menuai permasalahan.

    Suhairi sebagai pemilik tanah Saat di konfirmasi Kejar Fakta.com Rabu,(6/3/2019) mengungkapkan, tanah yang di bangun TPA tersebut adalah miliknya.

    Tetapi kesepakatan pada waktu itu berama terdahulu Rusdali dan juga ketua Tim Pelaksana Kegitan (TPK) Sapiudin dalam proses penghibahan tersebut, belum ada kesepakatan secara tuntas namun proses pembangunan TPA telah berlangsung,” ujar Suhairi.

    Dan Ketika disinggung mengenai kesepakatan pada waktu itu, Suhairi enggan untuk berkomentar lebih jauh, Suhairi  hanya meminta agar Rusdali  juga Sapiudin dapat menemui dirinya untuk membicarakan permasalahan tersebut, yang memang belum sempat dituntaskan pada waktu itu.  

    “Kalau saya sih berharap pak Rusdali dan pak Sapiudin agar dapat menemui saya biara lebih jelas permasalahannya,” kata dia.

    “Selaku pemilik tanah yang sah, kalau pun memang bangunan TPA di tanah milik saya mau di gunakan atau menjadi aset desa, ya silakan saja, tapi jangan merugi kan saya dan ada gantinya, tanah milik saya yang telah di bangun TPA di mana gantinya pun tidak masalah yang penting ada kejelasan,”ujar Suhairi .

    Terpisah, Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) 2014, Sapiudin, saat di konfirmasi  justru menunjukan sikap kurang bersahat  dan menunjukan raut wajah yang bengis ketika perkataannya di rekam.

    “ Saya memang menjadi Ketua TPK saat itu, tapi tugas saya hanya melaksanakan pembangunannya saja dan tidak banyak yang saya tau,” kata dia.

    Sapiudin membenarkan bahwa dirinya memang mengetahui mengenai surat hibah tanah, pada waktu itu, yang Saat ini menjadi polemik , hanya saja untuk sekarang dirinya mengaku tidak mengetahui lagi dimana keberadaan dari surat tersebut. 

    Karena menurutnya surat tersebut berada di Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Kedondong, sedangkan sekarang telah terjadi pemekaran antara Kecamatan Kedondong dengan Kecamatan Way Khilau. “Sehingga berkas hibah sulit untuk ditemukan,” jelas nya.

    Diharapkan kepada Kepala desa Mada Jaya Kecamatan Waykhilau Sutrisna, agar dapat mengundang semua pihak yang terlibat ke Kebalai desa, baik itu Mantan Kades Rusdali, ketua TPK waktu itu Sapiudin dan Suhairi sebagai pemilik tanah, lanjutnya. 

    Reporter    :   Deva
    Editor        :    Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad