• Breaking News

    Lambar Penyuplai 38% Kopi di Lampung dan Masuk 7% Tingkat Nasional

    Gunawan pengusaha kopi luwak berpartisifasi dalam pameran UKM pada acara musrenbang Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Selasa (12/03/19).

    Lampung Barat, Kejarfakta.com -- Gunawan pengusaha kopi luwak berpartisifasi dalam pameran UKM pada acara musrenbang Kabupaten Lampung Barat (Lambar). Selasa (12/03/19).

    Provinsi Lampung selain mempunyai kekayaan rempah-rempah, dan sumber kopi robusta peringkat ke-empat di dunia. Predikat bergengsi tersebut diukur menurut kuantiti yang diciptakan. Brazil, Vietnam dan Kolombia menempati posisi diatasnya.

    Kabupaten Lampung Barat (Lambar), yaitu yang terbesar penyumbang ekspor kopi robusta. Wajar seandainya ada peringatan “Bicara kopi, ingat Lampung Barat”. Lampung Barat adalah penyuplai 38 persen kopi di Lampung dan masuk 7 persen secara nasional.

    Gunawan pengusaha kopi luwak mengatakan, Raja Luwak berdiri 2006 tergabung dalam Gabungan Kopi Luak Robusta Lampung Barat (GKRLB) yang  berjumlah 12 orang. Dan saat ini sudah mengekspor keluar negeri. 

    "Sangat besar permintaan ekspor, dari Korea dan China 18 ton per bulan yang masih dalam bentuk biji, akan tetapi sumber daya kita sedikit. Permintaan dari masyarakat lokal semakin meningkat akan tetapi masih untuk kalangan masyarakat menengah ke atas," ucapnya.

    Menurutnya untuk jenis kopi, Lambar  mempunyai  kopi robusta yang terbagi dua yaitu robusta lanang atau tunggal dan robusta perempuan. Pembagian ini berdasarkan jumlah cery, lima kg kopi hanya dua ons kopi lanang. Harga satu berbanding dua dengan peminat sedikit untuk lanang.

    "Untuk harga 1 kg kopi luwak luar lampung kita jual 1 juta 200 ribu, untuk lampung sendiri 600 ribu. Kita dapat kopi dari masyarakat lokal lambar. 1 kg kopi merah basah kita ambil dengan harga 6 ribu rupiah menjadi 3 ons kopi bubuk jadi penghasilan kita tergantung musim panen. 15-30 juta dipukul rata per bulan. Tapi kalo pada musim panen bisa sampai 70-90 juta,"  ujarnya. 

    "Kami berharap pemerintah dapat membimbing dan membina pengusaha maupun petani, baik dalam pengelolaan atau juga pemasaran, untuk dapat dicarikan solusi sehingga mengangkat nama lambar," jelasnya.

    Reporter   :   Ade Irawan/Ipul
    Editor       :   Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad