• Breaking News

    LSM Lira Akan Terus Berupaya Menutup Kegiatan Penambangan Emas yang Merugikan Masyarakat


    LSM Lira Akan Terus Berupaya Menutup Kegiatan Penambangan Emas yang Merugikan Masyarakat

    Pesawaran, Kejar Fakta.Com --  Pertambangan(ESDM) Provinsi Lampung ajak duduk bareng masyarakat petambang Kedondong dan Polres Pesawaran, terkait penutupan PT KBU (karya bukit utama), dan sepakat Aktifitas PT KBU ditutup Kamis (14 Maret 2019) nanti.

    Dijelaskan Kepala Dinas Pertambangan(ESDM)  Ir. Prihantono  surat Izin pertambangan PT KBU dikeluarkan sejak tahun 2014 oleh Bupati Pesawaran berakhir sampai 2025 dan berlaku selama 10 tahun.

    Namun, pada tanggal  12 dan 16 April 2018 pernah mendapat teguran karena adanya kewajiban yang belum dilaksanakan, tetapi tidak ada tanggapan dari pihak PT, kemudian dilakukan inspeksi tanggal pada 21 Mei 2018, dan diputuskan PT KBU diberikan sanksi berupa penghentian sementara selama 1 tahun seluruh aktifitas penambangan PT KBU, dengan ketentuan bahwa PT KBU menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang belum dilaksanakan.

    Kendati begitu, dalam menjalani sanksi  PT KBU tetap menjalankan aktifitas, sehingga dikeluarkan surat teguran pertama pada tanggal 25 Februari 2019, dan akan dilaksanakan 3 kali teguran pada setiap bulannya, pada akhirnya pencabutan izin.

    “Karena Ijin logam baru bisa terbit, melalui  proses lelang, pada saat penawaran lelang, jaminan penebusan data dan informasi (hasil survey) wilayah itu, untuk ukuran sampai 500 hektar dan harus menyetorkan jaminan kesungguhan sebesar 130 milyar dan Pada PT KBU izin tambang di Desa Babakan Loak di keluarkan atau warisakan dahulu dari Kabupaten Pesawaran,” kata Prihantono.

    Terpisah, Pihak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lira, Fabiyan selaku juru bicara (Jubir), akan tetap berupaya menutup, tambang tersebut karena masyarakat tidak dilibatkan dalam penambangan.

    “Penambangan tidak memenuhi SOP sehingga timbul dampak kerusakan lingkungan, perusahaan tambang tidak Mencermin kan yang profesional karena melaksanakan juga beli lubang kepada masyarakat,” kata Fabiyan.

    Menuruutnya masyarakat pemilik tanah bila ingin menambang harus menyetorkan uang dengan perjanjian secara sepihak.
    Dia juga mengatakan pada tanggal 12 February 2018 ada kejadian masyarakat yang meninggal dunia, hal ini dikarenakan tidak adanya KTT (kepala teknis tambang) pada PT KBU.

    Reporter   :   Deva
    Editor       :   Ahsannuri

    1 comment:

    1. Mantf yg bnar harus bnar yg salah biarlah mnerima humumanny..

      ReplyDelete

    Post Top Ad