• Breaking News

    Luhut: Kuala Tanjung Turunkan Biaya Angkut Hingga 55%, Rakyat Untung

    Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan Menhub Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara, Sabtu (2/3/2019). Foto: LBP

    Sumatera Utara, Kejarfakta.com --  Menko Kemaritiman Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap data menarik saat meninjau progres pembangunan infrastruktur Pelabuhan Kuala Tanjung, di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (2/3/2019), kemarin. 

    Di pelabuhan yang direncana jadi pelabuhan terbesar wilayah barat Indonesia itu, menteri yang akrab disapa LBP ini mengutip laporan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub. 

    Disebutkan, kelak setelah beroperasi penuh, keberadaan pelabuhan itu akan berpotensi menurunkan biaya angkut barang logistik hingga 35 persen. "Malah bisa sampai 55 persen kalau dipindahkan ke pelabuhan ini," ucap ia.

    Didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (BKS), Menko LBP meninjau pelabuhan laut yang di-groundbreaking 27 Januari 2015 itu, usai mengunjungi Danau Toba, hari yang sama.

    “Kita sedang uji coba pemindahan dari Belawan. Pelabuhan (Kuala Tanjung) ini bagus, kedalamannya 17 meter. Sementara kapal besar cukup dengan 16 meter. Kalau air sedang pasang bisa mencapai 21 meter. Ini kan demi efisiensi. Nanti kelapa sawit juga dikirim dari sini agar terpadu semua serta mengurangi traffic di Medan dari Belawan,” jelas ayah empat anak ini. 

    Lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (3/3/2019), 
    Luhut menyebutkan, Kuala Tanjung termasuk dalam pembangunan 7 hub port (pelabuhan penghubung) yang diharap dapat menekan biaya angkut. 

    “Selama ini kan direct call kita ke Singapura. Transhipment. Tidak perlu kita ke situ. Bagaimana kalau misalnya kita alihkan ke Jakarta, disitu kita buat fasilitas seperti di Singapura. Itu bisa mengurangi 35 persen dari cost kita. Malah ada beberapa item 55 persen yang berkurang. Agar lebih efisien, kompetitif,” jelasnya lagi.

    Redaksi mencatat, kini pembangunan tahap I, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) berkapasitas 600 ribu TEus (unit setara dua puluh kaki) telah beres, dan segera akan diresmikan Presiden Joko Widodo. 

    Terhubung dengan 40 km jaringan kereta api angkutan logistik ke sentra fokus pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit dan karet Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, seluas 2.002,77 hektar berdasarkan PP 29/2012, KTMT kelolaan PT Prima Multi Terminal --patungan Pelindo I, PT PP, dan PT Waskita Karya itu di awal diharap bisa melayani ekspor hingga 600 kontainer per minggunya.

    Merujuk data Pelindo I (Persero), fasilitas dermaga 500x60 m, lengkap dengan 2,8 km trestle untuk 4 jalur truk selebar 18,5 m, dilengkapi pula rak pipa 4 line x 8 inch, KTMT ditunjang serta sejumlah sarana prasarana bongkar muat supercanggih.

    Sebut saja diantaranya 21 unit truk terminal, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 3 unit Ship to Shore (STS) Crane, 2 unit MHC dan Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair.

    Terhitung, jika seluruh infrastruktur Pelabuhan Kuala Tanjung selesai dibangun, kapasitasnya kelak akan dapat menampung hingga 60 juta TEUs per tahun. (red/Muzzamil)

    No comments

    Post Top Ad