• Breaking News

    Making Indonesia 4.0 Siapkan SDM Industri Kompeten Teknologi Digital

    Sekjen Kemenperin Haris Munandar saat berbicara pada diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Membangun SDM Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur TIK, Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran", di Jakarta, Selasa (12/3/2019). Foto: Kemenperin RI.

    Jakarta, Kejarfakta.com -- Peta jalan Making Indonesia 4.0 jadi arah dan strategi yang jelas dalam mengembangkan industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Aspirasi besarnya adalah, menjadikan Indonesia masuk dalam 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.

    “Guna mencapai sasaran tersebut, salah satu program prioritas di dalam Making Indonesia 4.0, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita agar makin kompeten, khususnya di sektor industri,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Haris Munandar di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

    Sekjen Kemenperin menyampaikan hal itu pada diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Membangun SDM Menyongsong Era Industri 4.0: Memastikan Infrastruktur TIK, Industri Manufaktur, SDM Riset, dan Skema Dukungan Anggaran".

    Dalam keterangan pers yang diterima redaksi Rabu (13/3/2019), disebutkan narasumber FMB 9, yakni Menkominfo Rudiantara, Wamenkeu Mardiasmo, Sekjen Kemenristekdikti Ainun Na'im.

    Pada diskusi itu Haris menegaskan, SDM terampil menjadi salah satu kunci utama mendongkrak kemampuan industri, selain melalui investasi dan teknologi. Dalam hal ini, Indonesia memiliki modal besar ketersediaan SDM produktif sebab sedang nikmati masa bonus demografi hingga 2030.

    “Nah, SDM industri berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, tenaga kerja di sektor manufaktur menyumbang cukup besar dari total pekerja di Indonesia,” ungkapnya. Pada 2018, tenaga kerja industri manufaktur berkontribusi sebesar 14,72 persen terhadap total tenaga kerja nasional.

    Catatan Kemenperin, 4 tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja industri terus meningkat. Pada 2015, industri membuka lapangan kerja sebanyak 15,54 juta orang, naik jadi 15,97 juta orang (2016), naik lagi 17,56 juta orang (2017), naik lagi jadi 18,25 juta orang (2018). Seiring realisasi investasi sejumlah perusahaan, rerata kenaikan 2015 ke 2018 sebesar 17,4 persen diperkirakan beranjak naik.

    Maka itu pemanfaatan teknologi terkini oleh SDM industri perlu didorong agar bisa memacu produktivitas dan inovasi antara lain 5 teknologi digital sebagai fundamen kesiapan memasuki era Revolusi Industri 4.0. Yakni artificial intelligence, internet of things, wearables (augmented reality dan virtual reality), advanced robotics, serta 3D printing.

    “Jadi, dengan program Making Indonesia 4.0, kita menyiapkan SDM industri yang kompeten dengan teknologi digital sehingga kegiatan produksi makin efisien, produktif, dan inovatif. Ini tentu akan mendongkrak daya saing manufaktur kita di pasar domestik hingga global,” ujar Haris. [red/rls/Muzzamil]

    No comments

    Post Top Ad