• Breaking News

    Masyarakat Meminta Pemkab Pesawaran Tutup Tiga Tambang Emas yang Merusak Lingkungan


    Masyarakat Meminta Pemkab Pesawaran Tutup Tiga Tambang Emas yang Merusak Lingkungan

    Pesawaran, Kejar Fakta.com -- Ketua Lira Kabupaten Pesawaran Fabiyan Sebagai Jubir Bersama, enam desa dari dua kecamatan di Pesawaran yang di wakili masyarakat masing-masing desa, yaitu Desa Babakan Loak, Desa Sinar Harapan, Desa Harapan Jaya, Desa Way Kepahyang Kecamatan Kedondong dan Desa Bunut, Desa Gunung Rejo, Kecamatan Wayratai, Meminta Pada Pemerintah Pemkab Pesawaran segera menutup tiga perusahaan tambang emas yaitu PT KBU (Karya Bukit Utama), PT NUP (Napal Urban Picung), PT LSB (Lampung Sejahtera Bersama) yang di Sampaikan Mereka kepada Ketua DPRD Pesawaran M Natsir, Kamis (28/02/2019).

    Fabiyan Selaku Ketua Lira Pesawaran, yang mendampingin sebagai juru bicara untuk menyampaikan surat kepada ketua DPRD Pesawaran dalam meminta pertimbangan, kepada ketua dewan agar secepatnya  mengambil langkah, bagi perusahan tambang emas yang ada di Kecamatan Kodondong dan Kecamatan Wayratai yang saat ini tidak lagi mengoptimalkan pekerja yang berasal dari masyarakat Pesawaran Sendiri, Mereka Malah Memperkerjakan Pekerja asing asal cina, Jelas Fabiyan.

    Dan Selain itu Juga, perusahan  tidak menjalankan SOP yang diatur oleh pemerintah dan contohnya PT KBU mereka tidak memiliki KTT (kepala teknis tambang) dan PT KBU juga Untuk ijin nya sudah diberhentikan Pada dinas pertambangan propinsi Lampung, tanggal 12 Mei 2018,

    “Dan Artinya perusahan tersebut telaj melakukan penambangan fiktif karena tidak berijin dan Perusahaan Pun Menggunakan merkuri yang nyatanya Telah dilarang Pada pemerintah Untuk dipergunakan karena dapat merusak lingkungan hidup disekitar,” jelas nya.

    Perwakilan masyarakat yang ada di enam desa juga menyampaikan, atas keluhan mereka kepada Ketua DPRD Pesawaran.

    “Kami sebagai masyarakat juga merasakan dampak dari penambangan yaitu dampak banjir, dan kerusahan alam sungai dan kali kami tercemar limbah merkuri, karena perusahan saat mengali tanah menggunakan eksapator, Sehingga bukit yang ada diatas habis terkupas contohnya, Seperti yang ada di desa harapan jaya, sangat terlihat dengan jelas dari bawah bukit yang Saat ini Sudah gundul, dan untuk menutupi lahan yang gundul hanya ditutup plastik agar tanah tidak longsor,” Jelas nya.

    Selain itu masyarakat menuntut untuk tambang yang dikuasai oleh perusahan dikembalikan ke masyarakat, “Kami ingin kembali ke masyarakat. Selain perusahan yang tidak peduli kerusakan lingkungan, masyarakat juga ingin kesejahteraan dalam pengelolaan tambang rakyat, karena daerah mereka untuk cocok tanam tidak cocok karena ada kandungan emas nya,” katanya.

    Ketua dewan Natsir mengatakan pihaknya akan berpihak kepada raakyat. “Saya sudah banyak berita baik cetak dan online, saya sebagai ketua dewan berpihak kepada masyarakat dan akan meninjau dan mempelajari masalah ini. Saya akan mendorong pembentukan tim yang menyeluruh untuk memeriksa dampak yang ditimbulkannya oleh perusahaan tambang,” katanya.

    Selain itu jika ada perusahaan tambang yang sudah di berhentikan atau dibekukan oleh dinas pertambangan, “Kenapa masih menjalankan operasionalnya, saya akan berkordinasi dengan pihak kepolisian karena polisi Polres Pesawaran sudah diberi kewenangan dalam penutupan perusahaan tambang tersebut.

    Selain pembentukan tim ini secara menyeluruh ini juga akan memeriksa akibat perusahan lingkungan hidup, dimana ada laporan banjir dan pencemaran merkuri.  “Masyarakat saya minta untuk tetap tenang, jangan terpancing untuk berbuat analis dan merusak fasilitas perusahaan, melalui dewan kita akan Segera percepatan penyelesaian masalah ini, mengingat bahaya banjir masih mengancam  ini,” katanya

    Reporter   :   Deva
    Editor       :   Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad