• Breaking News

    Nyanyian Sumbang Dibalik Jeruji Besi, Rohadi Berharap Dapatkan Keadilan


    Bandung, Kejarfakta.com -- Mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rohadi yang kini Mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin kota Bandung,  kepada kejarfakta.com berkisah tentang kasus yang menimpanya beberapa tahun lalu, terkait dengan penangkapan oleh KPK dan telah terbukti melalui proses persidangan dimana dikatakan telah menerima suap dari ibu Bertha (Pengacara Saipul Jamil) sebesar 50 juta rupiah, yang mana uang tersebut adalah sebagai dana awal peringanan hukuman dalam kasus yang menjerat Saipul Jamil.

    "Cerita terkait adanya praktek mafia hukum pengadilan di Indonesia adalah bukan hal baru, Namun seperti apa bentuknya, bagaimana modus detailnya, hal ini tentunya belum pernah ada catatan tertulis yang bersedia menceritakannya. Kalaupun ada, mungkin hanya satu dua catatan,” ujarnya Rohadi.

    Terkait kasus saya kata Rohadi, dimulai saat hakim dan pegawai PN Jakarta Utara (Jakut) akan menghadiri resepsi pernikahan seorang pegawainya di Solo, Jawa Tengah. Selain itu, juga dijadikan ajang wisata karena sudah lama PN Jakut tidak wisata bersama, selanjutnya saya ditugasi untuk mengusahakan mencari anggaran di luar budget resmi.

    "Dana yang digunakan untuk plesiran ini adalah dana awal dari ibu pengacara Bertha, untuk perkara Saipul Jamil Rp 50 juta, dari pribadi saya Rp 50 juta, dan tambahan dari hakim Rp20 juta. Total Rp 120 juta," ujar Rohadi yang mengawali karier sebagai sipir penjara itu.

    Tapi siapa sangka, pergerakan Rohadi sudah terendus KPK. Akhirnya, Rohadi ditangkap saat menerima uang dari Bertha jelang lebaran 2016. Rohadi belakangan dihukum 7 tahun penjara atas suap itu.

    Perkara semakin rumit karena ada uang Rp 700 juta di dalam mobilnya saat kena OTT KPK. Perkara pun merembet ke anggota DPR Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono. Sebab, uang Rp 700 juta itu berasal dari Sareh yang juga mantan Panitera MA.

    Selain itu ada pula yang seharusnya dapat dikatakan ikut terlibat yaitu sejumlah hakim yang berperan  menangani kasus itu. Seperti suami Bertha, (hakim tinggi Karel Tuppu) yang pastinya mengetahui persoalan Saipul Jamil, Ketua majelis hakim yang menangani kasus saepul jamil, Ifa Sudewi juga disebut Rohadi turut mengetahui adanya pat gulipat tersebut.

    "Sebetulnya saya ingin mempertanyakan, mengapa KPK belum juga kunjung menahan nama-nama yang pernah diminta dan saya berikan saat penyidikan terhadap saya berlangsung? Namun, di sisi lain, saya juga paham bagaimana sibuknya para pejabat dan penyidik KPK hingga belum sempat menahan mereka-mereka itu, padahal kan sudah jelas tinggal membuka recaman handphone saya yang disita KPK semua ada disana,” ungkapnya. (Alan Blasandhytio/red)

    No comments

    Post Top Ad