• Breaking News

    SMAN 1 Negri Katon Diduga Lakukan Pungli, Wali Murid Keluhkan Besarnya Pungutan

    Ilustrasi Pungli

    Pesawaran, Kejarfakta.com -- Meski pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mewajibkan program belajar sembilan tahun, dengan cara mengratiskan siswanya bersekolah sampai dengan SMA/SMK/sederajat.

    Tetapi masih ada saja pihak sekolah yang melakukan pungutan liar (pungli) kepada siswa, sehingga hal tersebut membebani wali murid. Kali ini dugaan pungli itu terjadi pada SMAN 1, Negri Katon Kabupaten Pesawaran.

    Pasalnya sejumlah wali murid keluhkan dugaan pungli yang jumlahnya sangat fantastis, hingga mencapai Rp 1.300.000 juta/siswa dengan alasan  pemasangan Paping Block, lahan parkir dan pembuatan pagar sekolah.

    Hal itu di katakan salah seorang wali murid yang namanya tidak mau di sebutkan, di karenakan takut berdampak pada anaknya yang masih bersekolah di SMAN tersebut.

    Menurutnya sebetulnya semua wali murid sangat keberatan dengan adanya pungutan itu, tetapi dirinya dan wali murid lain tidak bisa berbuat banyak, karena takut berdampak pada anak mereka yang sekolah di sana.

    "Jujur mas, sebetulnya saya dan sejumlah wali murid sangat keberatan sekali dengan jumlah pungutan yang begitu besar, tetapi saya selaku orang tua siswa tidak dapat berbuat apa- apa meski kami keberatan, terpaksa kami menyetujuinya. Kalau saya gak setuju takutnya kegiatan belajar anak saya tergangu, karena saya selaku orang tua tidak mengikuti kesepakatan tersebut," ungkap wanita setengah baya itu.

    Dia juga mengatakan, sebetulnya selaku orang tua merasa heran karena sepengetahuannya bahwa dari sekolah dasar (SD) sampai Sekolah Menegah Atas (SMA) pihak pemeritah pusat telah mengratiskan setiap siswanya untuk bersekolah karena adanya Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tetapi kenyataannya tetap harus membayar.

    "Setahu saya Pemeritah telah memberikan dana BOS, dari SD sampai SMA. Tetapi kenapa kami selaku wali murid harus di mintai pungutan, mana pungutannya cukup besar lagi, gimana kami tidak keberatan," ucapnya.

    Sementara itu terkait adanya keluhan dari sejumlah wali murid di SMAN 1 Negri katon, Apeneru selaku ketua komite sekolah tersebut saat di konfirmasi awak media melalui telephone selulernya membenarkan, bahwa pihak sekolah dan komite telah melakukan pungutan kepada wali murid.

    "Ia mas, kami selaku komite dan wali murid telah sepakat untuk membangun tempat parkir dan pemasangan paping block untuk halaman sekolah serta pembuatan pagar sekolah, dan itu di sepakati persiswa untuk menyumbang sebesar Rp 1.300.000 juta. Dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama mas," kata Apeneru, seraya mengatakan,kalau tidak mas konfirmasi aja ama kepala sekolah.

    Saat wartawan ini mencoba untuk konfirmasi kepala sekolah terkait keluhan sejumlah wali murid tentang adanya dugaan pungli yang terjadi pada SMA N 1 Negri Katon beberapa waktu lalu, kepala sekolah tidak ada di tempat. (yoga/red)

    No comments

    Post Top Ad