• Breaking News

    Diduga Tercemar dan Munculnya Predator Buas, Sungai Lenggang Perlu Mendapat Perhatian Pihak Terkait

    Diduga Tercemar dan Munculnya Predator Buas, Sungai Lenggang  Perlu Mendapat Perhatian Pihak Terkait

    Belitung Timur, Kejarfakta.com -- Maraknya dugaan  pencemaran aliran sungai dibeberapa titik Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Bangka Belitung, tak terelakkan lagi hal tersebut menjadi sorotan publik akibat dibiarkan berlarut-larut.

    Seperti yang terjadi baru-baru ini khususnya di wilayah Kabupaten Belitung, hewan buas seperti  buaya telah semakin liar memangsa manusia  sehingga tidak sedikit yang terluka hingga merenggut nyawa.

    Salah satunya, yang terjadi di desa Batu Itam, warga hendak melaut tiba-tiba diterkam oleh buaya dimuara sungai Sembulu.

    Demikian juga nasib yang dialami warga Desa Baru yang sempat mendapat perawatan medis akibat terkaman buaya sungai lenggang belum lagi, kemunculan buaya dialiran irigasi danau Nujau, hingga meresahkan warga setempat kendati sempat dipasang plang peringatan bertulisan hati-hati ada buaya dilairan sekitar irigasi danau Nujau.

    Dan berujung pada Jum'at 12 April 2019, sore buaya kembali menyerang bocah seumuran 6 (enam) tahun dan jasadnya baru ditemukan Sabtu (13/4/19), pagi oleh Tim Basarnas dan Tagana. 

    Persoalanya, buaya yang semakin menggila bagaimana tanggapan pihak terkait, di Pemerintah wilayah tersebut dan mungkinkah kemunculan buaya-buaya itu akibat tercemarnya aliran sungai. 

    Diduga Tercemar dan Munculnya  Predator Buas, Sungai Lenggang  Perlu Mendapat Perhatian Pihak Terkait

    Publik menduga dari berbagai kejadian mulai dari kemunculan hingga memangsa warga, yang  menyebabkan tewasnya bocah malang di Danau Nujau  itu patut menjadi perhatian pihak terkait serta mengambil sikap tegas demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

    Selain itu, baru baru ini wartawan media ini kembali mendapat kabar dari warga bahwa aliran sungai lenggang yang biasa akrab disebut warga dengan sebutan Aik Riong, yang berlokasi di Desa Air Madu, Kecamatan Simpang Renggiang, Kabupaten Beltim juga mulai tercemar.

    "Pak, tolong dicek dan di pantau dialiran aik riong, Desa Air Madu,  kondisinya sudah tak layak. Kami khawatir ada penyebab keruhnya aliran aik riong ini," ujar sumber yang identitasnya tidak mau disebutkan (11/4/2019), kepada wartawan media ini.

    Menanggapi hal itu Ketua Fordas Beltim Koko Haryanto selaku ketua Fordas, akan mengkoordinasikan terlebih dahulu terkait hal itu. "Ok akan kita tindaklanjuti," tulis ketua Fordas Beltim melalui pesan Whatapps nya Kamis (11/4/19).

    Dari berbagai pantauan awak media ini dan informasi yang berkembang menyoal pencemaran aliran sungai, di beberapa titik bukan persoalan sepele dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.

    Reporter   :  Marsidi 
    Editor       :  Ahsannuri

    No comments

    Post Top Ad