• Breaking News

    Dugaan Bocah Diterkam Buaya, Ketua Pordas Beltim Angkat Bicara


    Belitung Timur, Kejarfakta.com -- Bocah seumuran delapan tahun diduga kuat diterkam buaya seperti dikatakan sumber sebelumnya di Danau Nujau, Desa Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jum'at (12/4/19). Ketua Forum DAS Kabupaten Belitung Timur (Beltim) angkat bicara.

    Ketua Forum DAS Beltim, Koko Haryanto angkat bicara soal musibah hilangnya seorang anak kecil berumur delapan tahun diduga kuat dimangsa oleh buaya.

    Kejadian ini bukan yang pertama kali, beberapa waktu lalu ada tiga kejadian, dimana buaya melakukan penyerangan kepada masyarakat yang berada di sekitar sungai.

    "Saya selaku ketua Fordas meminta institusi terkait agar melakukan tindakan, karena disinyalir ekosistem DAS sudah sangat rusak," kata Koko.

    Sungai merupakan habitat berbagai macam makhluk lanjut Koko, termasuk buaya. Jelas sekali di aliran sungai sudah tercemar sedemikian parah, sehingga habitat biaya terganggu. Tidak lain kalau kita lihat hal itu karena maraknya aktivitas Tambang Inkonvensial (TI) disepanjang sungai dan sepadannya.


    "Oleh karena itu, buaya pun bisa marah bila diganggu tempat tinggal. Maka saya harap aparat mengambil tindakan tegas agar penyebabnya ditertibkan dulu, jangan langgar aturan. Pemerintah daerah harus segera turun mengatasi ini dengan berkoordinasi juga dengan kementerian lingkungan hidup," tegas ketua Fordas itu.

    Jangan sampai nanti terulang lagi kata Koko, yang bisa menimbulkan korban korban. Untuk sementara agar masyarakat menjauhi area area berbahaya disekitar lokasi sungai yang ada habitat buayanya.

    Lebih lanjut Koko menambahkan, kejadian penyerangan oleh buaya yang berulang ulang ini harus kita pahami sebagai alarm bagaimana buaya sedang melampiaskan kemarahannya.

    "Dengan demikian apabila penyebabnya tidak ditangani, maka bisa jadi ini menjadi bencana lingkungan yang akan berlarut," ungkap Ketua Fordas Beltim.

    Masyarakat sudah kehilangan rasa aman kata Koko lagi, mari bersama sama kita jaga sungai yang didalamnya ada habitat habitat buaya. "Buaya tidak pilah- pilih siapa yang dimangsanya, anak kecil yang tidak merusak sungai pun dimangsanya," tuturnya. (Marsidi/Red)

    No comments

    Post Top Ad