• Breaking News

    Sebuah Analogi: Catur Dalam Kehidupan Bagian 2

    Penulis: Ade Irawan
    Reporter Kejarfakta

    Kejarfakta.com -- Permainan catur adalah permainan strategi yang mengharuskan adanya pihak yang kalah. Tidak salah jika catur merupakan salah satu miniatur politik dan kehidupan sehari-hari. Bidak catur merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi satu sama lain dan dapat diartikan sebagai sebuah kerajaan, mulai dari Pion, Peluncur, Kuda, Benteng, Ster dan Raja.

    Pion yang mayoritas merupakan bidak terkecil dan terlemah, langkahnya tidak pernah mudur, ia terus maju seolah tidak ada kata takut. Peluncur merupakan bidak yang hanya mempunyai arah langkah pada sebuah warna tertentu papan permainan baik putih ataupun hitam. Kuda dengan keunikan dan kelincahan pergerakannya yang tidak dapat terduga. Benteng yang dapat menyapu bersih pada jalur kuasanya. Ster yang merupakan gabungan dari dua buah bidak yaitu benteng dan peluncur dan menjadi andalan dalam permainan.

    Kesamaan dalam menjalankan peran dan fungsinya secara otomatis menjanjikan kenyamanan pada peran penentu yaitu RAJA. Sang Raja sendiri mempunyai kebebasan memilih langkahnya, baik kekanan, kekiri, kedepan ataupun kebelakang. Kesemuanya itu mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan dan sokongan dari bidak lain.

    Kehidupan seseorang bagaikan bidak didalam permainan catur, ada yang menempati posisi terendah dan ada juga pada posisi yang lebih tinggi. Namun pada dasarnya kesemuanya itu diperjuangkan dari bawah, hanya saja semua tergantung bidak itu sendiri bagaimana untuk bertahan dan berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar atau mati ditengah perjalanan.

    Tidak ada prajurit yang bisa bertahan maju sendiri. Terkadang untuk dapat melangkah maju, prajurit akan bahu membahu, dukung mendukung, saling menguatkan dan melindungi satu sama lain. Namun ada kalanya sebuah prajurit akan maju sendiri seakan hebat dan tidak membutuhkan bantuan, akan tetapi dapat dipastikan perjuangan tersebut tidak akan bertahan lama.

    Setelah berjuang dan berhasil mencapai garis akhir, sebuah Prajurit akan mengorbankan dirinya untuk dipromosi menjadi sesuatu yang lebih besar, dan lebih menguntungkan bagi Sang Raja, entah itu Peluncur, Kuda, Benteng ataupun Ster. Namun sering kita tidak menyadari, setelah berkutat dengan kerasnya medan perang, setelah banyaknya yang dikorbankan, berjuang demi menjaga dan membuat nyaman Sang Raja, disini Prajurit akan terlupakan tersandar dan terlempar keluar papan catur begitu saja.

    Begitu juga hidup, kadang demi membuat seseorang menjadi Raja, akan ada yang berjuang dalam pertarungan, bahkan siap mati di garda terdepan. Setelah perjuangan membuahkan hasil, dia berharap berkembang menjadi seseorang yang baru dan menang dalam pertarungan. Namun kehidupan dipapan catur hanya untuk membuat keuntungan Sang Raja semata, sehingga kadang dia dilupakan tergeser dan digantikan oleh orang yang lebih menguntungkan, orang yang terdekat atau bahkan sedarah dengan sang raja.

    Didalam permainan catur ada istilah “satu langkah salah, maka kamu kalah”, begitu juga didalam kehidupan. Satu saja kesalahan didalam hidup akan membuat perjuangan yang selama ini dijaga, dipupuk untuk berkembang akan rusak seketika. Untuk itu buatlah langkah terbaikmu jika tidak mau terlempar kepinggir permainan. (Artikel)

    No comments

    Post Top Ad