• Breaking News

    Kecewa Dengan Ulah Suami, Istri Polsuska Purwokerto Tak Mau Diajak Berdamai

    Kecewa Dengan Ulah Suami, Istri Polsuska Purwokerto Tak Mau Diajak Berdamai

    Banyumas, Kejarfakta.com - Istri seorang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) daop 5 Purwokerto,  Rini(30)  yang melihat langsung kejadian saat suaminya digrebek warga di kosan Putri, yang bekerja di salah satu perusahan kartu perdana smart fren,  memenuhi panggilan PPT Kabupaten Banyumas Selasa (21/5/19).

    Menurut Rini dirinya dimediasi oleh pengacara PPT, untuk memberikan keterangan tentang hak-hak kewajiban seorang suami.

    “Walaupun saya sendiri sudah sakit hati dengannya,” ujarnya.
    Dia menerangkan,  kepada pengacara bernama Junianto SH bahwa dia bersikukuh tidak mau berdamai dengan suaminya.
    “Coba pikir seorang suami dapat uang 15, juta tapi malahan istri cuma mendapatkan 50ribu rupiah saja,” kata dia.

    Rini  meminta hak untuk anak dan hak dia masih sebagai istri namun diabaikan begitu saja, terrlebih  sang suami kerap menginap di kosan perempuan yang bukan istrinya.
    rencana hari jumat akan diadakan mediasi bersama suaminya di ruangan PPT Kabupaten Banyumas. 

    “Untuk waktunya saya sendiri masih menunggu dihubungi pihak PPT Banyumas,” ungkapnya.

    Sebelumnya Rini sempat terkejut sebab, suaminya juga memakai pengacara yang sama Junianto SH, namun, akhirnya pengacara tersebut memilih untuk mendampingi Rini.
    Kendati begitu, suami Rini mengancam dan mencari siapa saja yang mendampingi  istrinya dalam urusan tersebut “akan saya bunuh” katanya tanggal 20/5/2019 sekitar pukul 19.30 malam.

    Suami Rini yang bernama Dodi mendatangi Desa Babakan Babupaten Purbalingga bertujuan untuk rembukan masalah tersebut dengan anak dan istrinya namun, istri dan anaknya enggan menemui Dodi yang telah mensia-siakannya.

    “Saya yang selama ini setia dan nurut sama suami, tapi dibuat kecewaa,” ucapnya.


    Dodipun pernah membicarakan hal itu kepada kakak Rini tetapi dengan bersikukuh rini tidak mau berdamai dengan cara apapun, termasuk pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Purwokerto Utara,  berupaya memediasi untuk berdamai padahal, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek itu, pada tanggal 12 mei 2019 sampai saat ini belum dilimpahkan ke Polres Banyumas. (Diki)

    No comments

    Post Top Ad