• Breaking News

    Meski Berada Di Lahan Milik Desa, Pasar Pekalongan Lamtim Dikuasai Paguyuban Pasar

    Meski Berada Di Lahan Milik Desa, Pasar Pekalongan Lamtim Dikuasai Paguyuban Pasar

    Lampung Timur, Kejarfakta.com -- Belum genap 1 bulan pemberitaan mengenai Pasar Pekalongan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), kini kembali muncul permasalahan yang mengecewakan pedagang emperan di pasar tersebut. 

    Pasalnya,  lapak tempat berdagang di atas lahan milik Desa Pekalongan kini sistemnya sewa tempat, menurut salah satu pedagang buah kelapa inisial (SR), saat memberikan keterangan kepada Kejarfakta. com, lahan tempat berjualan akan ditata dan dibangun semi permanen oleh salah satu oknum paguyuban pasar pekalongan Yanto.

    “Semestinya kalaupun emperan tempat mereka berjualan akan ditata dan di bangun menggunakan bahan rangka baja, seharusnya dimusyawarahkan dulu dengan para pedagang, karena setelah selesai di bangun lapak yang berukuran dua meter per plong itu akan diberlakukan dengan sistim sewa tempat. Dan sewa tersebut akan  diserahkan kepada Yanto selaku pengurus paguyuban pedagang pasar pekalongan,” ujar SR.

    Ditambahkan SR, lapak tersebut secara keseluruhan kurang lebih 20 lapak dan awalnya lapak tersebut akan disewakan oleh Yanto sebesar Rp3 juta per lapak pertahun.

    Namun, para pedagang merasa keberatan sehingga akhirnya timbul kesepakatan dengan pedagang sewa lapak tersebut sebesar Rp.1.5 juta per lapak.

    Kendati demikian, anehnya lagi pembayaran sewa lapak tersebut, para pedagang tidak diberikan bukti kwitansi pembayaran dan tanpa ada penjelasan dari Yanto.

    Ditambahkannya,  selain Yanto, salah satu oknum RT di Desa  Pekalongan Jazid yang ikut terlibat dalam urusan pembayaran sewa lapak.

    Terkait permasalahan tersebut, kepala Desa (Kades) setempat Samsumar, ketika dikonfirmasi via phonsellnya mengatakan, lokasi pasar tersebut adalah lahan milik Desa Pekalongan dan iyapun mengakui dirinya pernah didatangi salah satu pengurus paguyuban pasar Yanto,  bertujuan akan menata lahan yang ditempati para pedagang supaya terlihat rapih.

    Sehingga Kades pun menyetujui rencana tersebut namun, perihal sewa-menyewa lapak pedagang tersebut Samsumar tidak mengetahui karena itu wewenang paguyuban pasar. 
    “Kalau soal sewa-menyewa saya tidak tahu karena itu urusan paguyuban,” kata Samsumar.

    Persoalannya, apakah hanya RT aja terlibat dalam urusan sewa lapak sementara menurut keterangan Kades Samsumar dia tidak memiliki wewenang perihal permasalahan sewa lapak. (*)

    No comments

    Post Top Ad