Update
DomaiNesia

Lawan Krisis Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Targetkan Cadangan BBM Nasional Tahan Hingga 3 Bulan!

KEJARFAKTA.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa tantangan utama Indonesia saat ini bukanlah ketersediaan pasokan minyak, melainkan keterbatasan infrastruktur penyimpanan (storage).

Selama ini, kapasitas tampung BBM nasional maksimal hanya mampu bertahan selama 25 hari. Angka ini dinilai sangat rentan jika terjadi gangguan rantai pasok global.

Infrastruktur Penyimpanan Jadi "Pekerjaan Rumah" Utama

Bahlil menjelaskan bahwa publik sering kali menuntut cadangan stok hingga 60 hari tanpa menyadari keterbatasan fasilitas fisik yang ada. "Bukan kita tidak punya minyak untuk diisi, tapi sekarang mau taruh di mana? Storage kita belum memadai," ujar Bahlil, Rabu (5/3/2026).

Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan baru dengan target meningkatkan kapasitas dari 25-26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.

Investor Non-AS Siap Bangun Storage di Sumatera

Menariknya, Bahlil membocorkan bahwa investor asing sudah menyatakan ketertarikannya untuk mendanai proyek ini. Proyek pembangunan storage ini akan melibatkan konsorsium antara pihak swasta dalam negeri dan investor luar negeri (non-Amerika Serikat). Salah satu lokasi alternatif terbaik yang tengah dikaji berada di wilayah Sumatera.

Mitigasi Konflik Timur Tengah: Alihkan Impor dari Selat Hormuz

Terkait memanasnya konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, Bahlil menegaskan pasokan energi domestik saat ini masih dalam posisi aman. Namun, pemerintah telah menyiapkan skenario mitigasi karena 25% impor minyak mentah (crude) Indonesia berasal dari Timur Tengah yang melewati jalur rawan, Selat Hormuz.

"Kita sudah mulai mengalihkan antisipasi sumber impor ke Amerika Serikat atau negara-negara lain yang tidak berkaitan dengan Selat Hormuz," jelasnya. Sementara untuk gas Elpiji dan bensin (gasoline), Indonesia relatif aman karena mayoritas berasal dari kawasan Asia Tenggara.

APBN 2026 Siap Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Di sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga meski harga minyak dunia mulai merangkak naik. Saat ini, harga minyak dunia berada di kisaran 78–80 dolar AS per barel, melampaui asumsi ICP dalam APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel.

"Saya sudah hitung, sampai harga 92 dolar AS pun kita masih bisa kendalikan anggaran. Jadi tidak ada masalah," tegas Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/3).

Pemerintah terus menghitung dampak lonjakan harga ini secara hati-hati, mengingat posisi Indonesia sebagai net importer minyak sekitar 1 juta barel per hari, yang sangat berpengaruh terhadap besaran subsidi energi di dalam negeri.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image