Rudi Hartono Bangun Pancasila bukan Hanya Sekadar Hafalan, Harus Diimplementasikan dalam Kehidupan Sehari-hari
Binjai, KejarFakta.com - Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dilaksanakan oleh Anggota DPR RI, Rudi Hartono Bangun SE MAP, pada 8 Desember 2025 bertempat di Gedung Residence Adella, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta berbagai elemen warga yang antusias mengikuti jalannya acara. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Rudi Hartono Bangun menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pilar tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar hafalan, tetapi harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial harus tercermin dalam sikap dan perilaku masyarakat, khususnya dalam menjaga toleransi dan keharmonisan di tengah keberagaman.
Pada kesempatan tersebut, Rudi Hartono Bangun juga menguraikan pentingnya Undang-Undang Dasar 1945 sebagai pedoman dalam penyelenggaraan negara. UUD 1945 menjadi landasan hukum tertinggi yang mengatur hak dan kewajiban warga negara serta memastikan jalannya pemerintahan yang demokratis, adil, dan berkeadaban.
Selanjutnya, beliau menekankan bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati yang harus dijaga bersama. NKRI merupakan hasil perjuangan para pendiri bangsa yang mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan menolak segala bentuk paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
Dalam pemaparannya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga mendapat perhatian khusus. Rudi Hartono Bangun menyampaikan bahwa perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat, bukan dipertentangkan. Dengan saling menghormati dan menghargai perbedaan, persatuan nasional akan semakin kokoh.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Masyarakat menyampaikan berbagai pandangan serta aspirasi terkait tantangan kebangsaan di era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat.
Menutup kegiatan tersebut, Rudi Hartono Bangun berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen pemersatu di lingkungan masing-masing demi terwujudnya Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur.
