Sejarah Pabrik Sandal Swallow, Sandal Jepit Sejuta Umat
Medan, KejarFakta.com - PT Garuda Mas Perkasa (GMP) di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, kebakaran pada Selasa (27/1/2026) malam. Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, kepulan asap hitam masih terlihat.
Pabrik sandal bermerek swallow ini ternyata punya sejarah panjang memperkenalkan sandal jepit berbahan karet ke seluruh Indonesia.
Terinspirasi dari Sendal Zori
Sandal Zori terus mengalami perubahan dari abad ke abad, yang mulanya terbuat dari kayu dengan tali berbahan kain, jadi menggunakan bahan Tatami—sebuah tikar Jerami—kemudian berubah lagi, sol atas terbuat dari jerami padi dan sol bagian bawah terbuat dari karet anti selip.
Zori biasa digunakan bersamaan dengan pakaian tradisional Jepang, Kimono. Banyak konsumennya yang menyadari bahan yang digunakan dalam pembuatan Zori terasa sangat licin dan kaku. Hal ini membuat sebagian masyarakat Jepang merasa tidak nyaman.
Dengan demikian, mulai muncul industri-industri karet dan ditemukan jenis karet yang memang sempurna untuk digunakan dalam pembuatan sandal. Karena sandal karet lebih lentur, tahan lama, dan tidak licin.
Sandal jenis inilah yang diperkenalkan ke Indonesia oleh tentara Jepang selama Perang Dunia II, yakni pada 1940-an.
Pendirian Usaha
Pada 1973 Agut Djaja dan tiga putranya Akila Anggono, Eliah Anggono dan Alexander Effendy mendirikan UD Garuda Mas Perkasa di Tanjung Mulia Medan, Sumatera Utara. Saat itu mereka mulai memproduksi sandal dengan merek ‘Swan’ dan ‘Maruzen’.
Sampai pada 1976, mereka baru memproduksi sandal dengan merek ‘Swallow’. Merek swallow ini berasal dari salah satu jenis burung walet.
Burung walet ini memiliki lambang cinta yang abadi kesetiaan kepada keluarga.
Lalu pada 1982, Alexander Effendy dan Eliah Anggono mulai melakukan ekspansi ke Jakarta untuk mendirikan pabrik baru. Sampai pada akhirnya UD Garuda Mas Perkasa mengubah badan hukum perusahaan menjadi PT Garuda Mas Perkasa pada 1984.
Perusahaan ini mulai diresmikan oleh Hartarto selaku Menteri Perindustrian Republik Indonesia dan Sudomo selaku Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia 1987.
Sampai 1990, Akila Anggono mulai memperluas bisnis pribadinya ke Jakarta dan Surabaya, sehingga Alexander Effendy kembali ke Medan untuk mengelola PT Garuda Mas Perkasa sebagai Direktur Utama sampai sekarang.
Kantor pusat PT. Garuda Mas Perkasa beralamat di Jl. K.L Yos Sudarso km 6,5, Medan, Sumatera Utara.
Hingga saat ini, Swallow dikenal sebagai merk sandal jepit terpopuler, terlaris, dan terbesar di Indonesia. Meskipun muncul brand dari kompetitor lain, nama Swallow sudah sangat melekat pada produk sandal jepit.

