Donald Trump Ucapkan Selamat Merayakan Ramadhan
KEJARFAKTA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis pernyataan resmi menjelang dimulainya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (17/2/2026). Dalam pernyataannya, Trump menyoroti makna keimanan, refleksi spiritual, serta pentingnya kebebasan beragama.
“Hari ini, saya menyampaikan salam dan harapan terbaik kepada semua yang merayakan Ramadan,” ujar Trump.
Trump menggambarkan Ramadan sebagai musim pembaruan spiritual dan perenungan, yang menekankan nilai doa dan puasa, mempererat ikatan keluarga serta komunitas, sekaligus meneguhkan nilai kasih sayang, amal, dan kerendahan hati.
Ia juga menekankan bahwa kebebasan beribadah merupakan hak yang dianugerahkan Tuhan dan menjadi salah satu pilar kekuatan bangsa Amerika Serikat. Trump menutup pernyataannya dengan doa bagi kebahagiaan, persatuan, dan perdamaian dunia.
Ucapan serupa disampaikan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menyebut Ramadan sebagai waktu refleksi, rasa syukur, dan kebersamaan bagi umat Muslim.
“Saat matahari terbenam malam ini, umat Muslim di Kanada dan seluruh dunia akan mulai menjalankan ibadah Ramadan,” kata Carney.
Menurutnya, selama Ramadan keluarga dan sahabat akan berkumpul di rumah dan masjid untuk berdoa serta melakukan introspeksi diri. Setelah berpuasa dari fajar hingga senja, umat Muslim berbuka puasa dengan iftar, hidangan malam tradisional.
Dalam pernyataannya, Carney juga menyoroti masih maraknya tindakan Islamofobia di Kanada. Ia menegaskan bahwa memerangi kebencian merupakan prioritas utama pemerintahannya.
“Islamofobia tidak memiliki tempat di negara kami. Setiap warga berhak atas kebebasan, keamanan, dan kesempatan untuk berkembang,” tegasnya.
Carney menutup pernyataannya dengan doa agar Ramadan menjadi bulan yang penuh berkah dan kedamaian, seraya mengucapkan “Ramadan Mubarak.”
Sementara itu, awal Ramadan 1447 Hijriah di berbagai negara berbeda-beda. Sejumlah negara Arab dan Muslim memulai puasa pada Rabu, sementara negara lainnya memulai sehari kemudian.
Umat Muslim di Indonesia, Turki, Oman, Singapura, dan Australia akan mulai berpuasa pada Kamis, setelah otoritas setempat memastikan awal bulan berdasarkan perhitungan astronomi dan pemantauan hilal.
Ramadan merupakan bulan kesembilan dalam kalender lunar Islam. Sebagian negara masih mengandalkan rukyatul hilal lokal, sementara negara lain semakin menggunakan perhitungan astronomi, terutama ketika data ilmiah menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat.

.png)