Update
bsi

Buku Gibran End Game Sudah Laku 10 Ribu Eksemplar, Kini Ditarik Rismon Sianipar: Raup Uang Rp1 Miliar

KEJARFAKTA.COM - Mantan ketua manajemen buku Gibran End Game sekaligus podcaster Sentana TV, Mikhael Sinaga, buka suara tentang penjualan buku tulisan ahli forensik digital Rismon Sianipar tersebut.

Buku setebal 280 halaman itu berujung ditarik secara sepihak oleh Rismon setelah dia mengakui bahwa ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) asli.

Selain itu, keputusan tersebut dilakukan Rismon setelah bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026) lalu.

Adapun buku tersebut membahas hasil penelitian Rismon tentang surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Gibran yang dianggap cacat prosedur.

Tentang buku Gibran End Game, Mikhael mulanya merasa janggal mengenai proses penulisan yang dilakukan oleh Rismon.

Pasalnya, kata Mikhael, Rismon mampu menyelesaikan buku tersebut hanya dalam waktu 15 hari.

"Di (buku) Gibran End Game, 280 halaman itu dia (Rismon) selesaikan dalam waktu setengah bulan," katanya dikutip dari YouTube iNews, Rabu (18/3/2026).

Ia menduga buku Gibran End Game diselesaikan Rismon dengan dua cara, yakni menggunakan artificial intelligence (AI), Chat GPT, atau sudah ditulis sejak dulu.

"Jangan-jangan ini buku, ada dua kemungkinan yaitu ditulis pakai Chat GPT atau ditulisnya sudah lama, jadi tinggal nunggu rilis doang," ujarnya.

Mikhael juga merasa janggal mengenai permintaan Rismon agar buku Gibran End Game dirilis sebelum tahun baru 2026.

Dia mengatakan Rismon seakan tidak mau menunggu penulis lainnya yakni pakar telematika Roy Suryo dan pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa untuk menyelesaikan tulisannya terlebih dahulu.

Setelah itu, Mikhael menjelaskan bahwa buku Gibran End Game dirilis pada 1 Januari 2026 dan disebutnya telah terjual 10 ribu eksemplar.

Adapun harga dari buku tersebut Rp100 ribu per eksemplar. Jika dikalikan, total uang yang sudah diterima sebesar Rp1 miliar.

"(Sudah berapa eksemplar yang terjual?) 10 ribu selama dua bulan. (Harganya berapa per eksemplar?) Rp100 ribu doang. Tapi saya nggak mau jual lagi ini, biar si Rismon yang jual kalau dia masih pengen jual," katanya.

Ada Relawan Rogoh Rp30 Juta Beli Buku Gibran End Game lalu Dibagikan Gratis

Pada kesempatan yang sama, salah satu relawan mengaku telah menghabiskan uang sebesar Rp30 juta untuk membeli buku Gibran End Game.

Dia mengatakan seluruh buku yang dibelinya itu lalu dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

"Saya salah satunya yang men-support Bang Rismon dan habis puluhan juta rupiah dan membagikannya kepada masyarakat. Saya keluarkan hingga saat ini kira-kira ya Rp30 jutaan untuk buku Gibran End Game," kata relawan tersebut.

Kini ia merasa kecewa terhadap Rismon karena memutuskan untuk menarik buku tersebut. Dia menilai Rismon telah mengkhianatinya.

"Kalau salah, kami kan tidak mungkin kan saya beli banyak karena dia sudah meyakinkan kami kalau buku ini adalah hasil penelitiannya sebagai ahli," tegasnya.

Rismon Bakal Buat Antitesa Buku Gibran End Game

Sebelumnya, Rismon mengakui kesalahannya tentang hasil penelitiannya soal ijazah Jokowi dalam buku Jokowi's White Paper dan tentang surat keterangan penyetaraan ijazah SMA Gibran dalam buku Gibran End Game.

Demi menebus kesalahannya, Rismon mengaku akan membuat buku baru tentang Gibran dan Jokowi.

Dia menegaskan akan menyelesaikan buku tersebut di kediamannya di Kabupaten Balige, Sumatra Utara (Sumut).

Rismon menjelaskan enggan untuk menulis di Jakarta karena tidak cocok dengan suasananya.

"Saya akan tuliskan koreksi saya terhadap penelitian saya yang tidak lengkap (yaitu) Jokowi's White Paper dan Gibran End Game. Dan saya minta izin akan saya tuntaskan di kampung saya di Balige."

"Di Jakarta terlalu hiruk pikuk dan panas. Saya tidak nyaman," ujarnya setelah bertemu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, Rismon mengatakan bahwa Gibran sebenarnya tidak mempermasalahkan penelitian yang dilakukannya.

Gibran, kata Rismon, terbuka oleh segala bentuk riset yang dilakukan terhadap keluarganya.

"Bahwa keluarga besar mereka terbuka jika ada penelitian dan mengoreksinya asal jujur. Tidak ada motif politik, tidak ada demi ini itu, jabatan publik, dan lainnya," ujar Rismon.

Ia juga memuji keluarga Jokowi yang tetap mau berkomunikasi dan menerimanya meski telah dikritik keras olehnya selama ini.

"Keterbukaan (dan) kedewasaan sebuah keluarga (Jokowi) walaupun dikritik dengan cara keras, dikritik dengan cara tidak santun, diperolok-olok oleh saya dan yang lainnya," katanya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image