
KEJARFAKTA.COM - Aksi nekat warga, khususnya emak-emak, kembali terjadi di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Mereka menggerebek sejumlah rumah yang diduga tempat peredaran narkotika jenis sabu.
Penggerebekan sebagai bentuk kekecewaan terhadap maraknya peredaran barang haram tersebut berlangsung di beberapa titik, di antaranya di Jalan Lintas Pemda, Sei Tangar Darat.
Dalam aksi tersebut, warga menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba, seperti bong sabu dan plastik klip bening bekas penyimpanan.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial Facebook melalui akun @Putry Jaya Tani, terdengar suara warga yang menunjukkan temuan tersebut.
"Barang bukti dapat lagi," ujar seorang warga dalam video, sambil memperlihatkan lokasi penggerebekan.
Saat dilakukan penyisiran, rumah yang diduga milik bandar sabu tersebut sudah dalam keadaan kosong dan ditinggalkan penghuninya.
Kondisi ini memicu kecurigaan warga bahwa informasi terkait penggerebekan kemungkinan telah bocor lebih dulu.
Tak hanya di Sei Tangar Darat, aksi serupa juga dilakukan warga di wilayah Sei Tengar Laut. Di lokasi ini, warga kembali menemukan barang bukti berupa bong sabu dan plastik klip bening yang diduga kuat digunakan sebagai wadah narkotika.
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah adanya dugaan bahwa laporan masyarakat sebelumnya tidak mendapat respon serius dari aparat penegak hukum. Hal ini terekam dalam video, ketika seorang wanita dengan nada kesal menyampaikan protesnya.
"Laporan tidak ditanggapi," ucap wanita tersebut dengan tegas.
Dalam rekaman yang sama, terlihat adanya interaksi antara warga dan aparat kepolisian.
Seorang anggota polisi terdengar membentak warga dan meminta agar tidak bersikap berlebihan dalam menyikapi situasi tersebut.
"Jangan berlebihan," ucap seorang petugas.
"Yang berlebihan itu bandar narkoba. Rusal generasi dibuat," balas emak-emak yang ikut aksi penggrebekan tersebut.
Meski demikian, aksi ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, warga di Panipahan juga telah melakukan penggerebekan terhadap rumah yang diduga milik bandar narkoba.
Aksi-aksi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sudah sangat resah dengan maraknya peredaran narkotika di wilayah Rohil, khususnya di Kecamatan Pasir Limau Kapas.
Kini, warga memilih bergerak sendiri melakukan penggerebekan sebagai bentuk perlawanan terhadap peredaran sabu yang dinilai semakin merajalela. Mereka berharap ada tindakan tegas dan nyata dari aparat penegak hukum untuk memberantas jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.
Situasi ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak, bahwa peredaran narkotika di daerah tersebut telah mencapai titik yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan cepat, tepat, serta sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum. (riauonline)